Suara.com - BRI Super League 2025/2026 telah tiba, mengusung nama baru yang membawa harapan akan kompetisi sepak bola Indonesia yang lebih bergengsi.
Di balik gemuruh pertandingan di lapangan hijau, ada nyala semangat yang tak pernah padam di tribun: para suporter.
Mereka adalah denyut nadi setiap klub, pengobar api perjuangan, dan penutur setia cerita-cerita heroik klub kesayangan.
Berikut adalah nama-nama kelompok suporter dari 18 klub peserta BRI Super League 2025/2026 beserta rekam jejak mereka yang penuh warna.
1. Persib Bandung – Bobotoh & Viking Persib Club
Sebagai juara bertahan, Persib Bandung didukung oleh Bobotoh dan Viking Persib Club, dua kelompok suporter yang menjadi legenda di sepak bola Indonesia.
Bobotoh, yang berarti “pendukung” dalam bahasa Sunda, dikenal dengan koreografi megah dan nyanyian yang menggetarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Viking, dengan basis anggota yang tersebar luas, kerap menghidupkan atmosfer laga tandang dengan yel-yel penuh semangat.
Namun, mereka juga pernah tersandung kontroversi, seperti insiden flare dan pitch invasion pada laga melawan Persis Solo musim lalu, yang menyebabkan FIFA mempertahankan larangan awaydays untuk musim ini.
Baca Juga: Debut Panas Wiliam Marcilio: Siap Bikin GBLA Meledak Lawan Semen Padang
2. Persebaya Surabaya – Bonek
Bonek, singkatan dari “Bondo Nekat,” adalah suporter fanatik Persebaya yang identik dengan warna hijau dan semangat militan.
Berbasis di Stadion Gelora Bung Tomo, Bonek dikenal karena perjalanan epik mereka mendukung tim, bahkan hingga pelosok Indonesia.
Rekam jejak mereka mencakup loyalitas luar biasa, namun juga catatan kelam seperti kerusuhan di masa lalu yang mendorong pembenahan budaya suporter.
3. Persija Jakarta – Jakmania
Jakmania, dengan seragam oranye mereka, adalah salah satu kelompok suporter terbesar di Indonesia.
Berbasis di Jakarta, mereka menghidupkan Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan nyanyian dan koreo spektakuler.
Jakmania memiliki rivalitas panjang dengan Bobotoh Persib, yang kerap memanaskan laga Derby Indonesia.
Meski begitu, mereka juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti bakti masyarakat, menunjukkan sisi humanis di balik militansi.
4. Dewa United – Anak Dewa
Dewa United, yang kini bermarkas di Stadion Internasional Banten, didukung oleh Anak Dewa.
Kelompok suporter ini relatif baru namun berkembang pesat seiring performa apik klub, yang finis sebagai runner-up musim lalu.
Anak Dewa dikenal dengan semangat muda dan kreativitas dalam mendukung tim, terutama setelah klub merekrut bintang seperti Rafael Struick dan Stefano Lilipaly.
5. Bali United – Serdadu Tridatu
Serdadu Tridatu, penggemar setia Bali United, menghidupkan Stadion Kapten I Wayan Dipta dengan warna merah yang membara.
Mereka dikenal dengan dukungan vokal yang konsisten dan semangat mendampingi tim di laga-laga krusial.
Rekam jejak mereka mencerminkan semangat Pulau Dewata, penuh kehangatan namun tak gentar bersaing di tribun.
6. PSIM Yogyakarta – Brajamusti & The Maident
Kembalinya PSIM Yogyakarta ke kasta tertinggi setelah 18 tahun disambut antusias oleh Brajamusti dan The Maident.
Berbasis di Stadion Sultan Agung, Bantul, kedua kelompok ini dikenal dengan loyalitas tinggi dan atmosfer panas di tribun.
Brajamusti, dengan yel-yel berbahasa Jawa, kerap menciptakan nuansa kultural yang khas, sementara The Maident menambah warna dengan kreativitas visual.
7. Persijap Jepara – Jetman & Banaspati
Persijap Jepara kembali ke kasta tertinggi dengan dukungan Jetman dan Banaspati di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Jetman dikenal dengan semangat militan, sementara Banaspati menonjol dengan koreografi tradisional yang menggambarkan budaya Jepara.
Perjuangan 11 tahun untuk promosi tak lepas dari dorongan suporter ini, yang selalu setia meski stadion berkapasitas kecil.
8. Bhayangkara Presisi Indonesia FC – The Guardians
Bhayangkara FC, kini bermarkas di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, didukung oleh The Guardians.
Kelompok ini sedang membangun basis suporter baru setelah klub berpindah dari Jakarta.
Dengan semangat yang masih segar, The Guardians berupaya menghidupkan atmosfer di Lampung, terutama dengan rekrutan anyar seperti Andres Nieto.
9. PSM Makassar – Laskar Ayam Jantan & The Macz Man
PSM Makassar, yang kini bermain di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, didukung oleh Laskar Ayam Jantan dan The Macz Man.
Kedua kelompok ini terkenal dengan dukungan fanatik dan nyanyian yang menggema, mencerminkan semangat Sulawesi Selatan. Namun, sanksi FIFA akibat kasus Wiljan Pluim menjadi tantangan bagi suporter musim ini.
10. Persik Kediri – Persikmania
Persikmania, pendukung Persik Kediri, menghidupkan Stadion Brawijaya dengan nyanyian penuh gairah.
Mereka memiliki rekam jejak mendukung tim sejak era kejayaan 2000-an, ketika Persik menjuarai Liga Indonesia. Loyalitas mereka tetap terjaga meski tim sempat terpuruk di masa lalu.
11. Madura United – Laskar Sakera
Laskar Sakera, suporter Madura United, adalah kebanggaan Stadion Gelora Ratu Pamelingan.
Dengan semangat khas Madura, mereka dikenal agresif namun penuh solidaritas. Dukungan mereka menjadi kunci kebangkitan Madura United sebagai kekuatan di kasta tertinggi.
12. Persis Solo – Pasoepati & Surakartans
Persis Solo didukung oleh Pasoepati dan Surakartans, dua kelompok suporter yang menghidupkan Stadion Manahan.
Pasoepati, dengan jumlah anggota besar, terkenal dengan koreografi megah dan nyanyian berbahasa Jawa. Surakartans menambah warna dengan semangat lokal Solo yang kental.
13. Arema FC – Aremania
Aremania, pendukung Arema FC, adalah salah satu kelompok suporter paling ikonik di Indonesia.
Berbasis di Stadion Kanjuruhan, mereka dikenal dengan loyalitas tanpa syarat, meski tragedi Kanjuruhan 2022 meninggalkan luka mendalam. Aremania kini berfokus pada pemulihan dan dukungan positif untuk tim.
14. Persita Tangerang – Benteng Viola
Benteng Viola, suporter Persita Tangerang, menghidupkan Stadion Sport Center Kelapa Dua dengan warna ungu.
Mereka dikenal dengan semangat muda dan kreativitas dalam mendukung tim, meski basisnya masih berkembang dibandingkan suporter klub besar.
15. PSBS Biak – Pasifik Mania
PSBS Biak, yang kini bermarkas di Stadion Maguwoharjo, didukung oleh Pasifik Mania.
Meski berstatus tim musafir, suporter ini tetap setia mendampingi tim dengan semangat khas Papua. Rekam jejak mereka masih baru, namun antusiasme mereka menjanjikan atmosfer panas di tribun.
16. Borneo FC – Pusamania
Pusamania, pendukung Borneo FC, menghidupkan Stadion Segiri dengan nyanyian penuh energi.
Mereka dikenal dengan dukungan konsisten dan semangat membangun sepak bola Kalimantan. Rekrutan seperti Alfharezzi Buffon menambah gairah di tribun.
17. Semen Padang – The Kmer’s
The Kmer’s, suporter Semen Padang, adalah kebanggaan Stadion Haji Agus Salim.
Dengan mental baja, mereka mendukung tim melewati perjuangan dramatis untuk bertahan di kasta tertinggi musim lalu. Semangat mereka mencerminkan karakter kuat Sumatera Barat.
18. Malut United – Suporter Malut
Malut United, tim promosi, didukung oleh Suporter Malut yang masih dalam tahap pembentukan identitas.
Berbasis di Maluku Utara, mereka berupaya membangun basis suporter yang kuat dengan semangat lokal, meski masih minim rekam jejak dibandingkan klub lain.
Tag
Berita Terkait
-
Debut Panas Wiliam Marcilio: Siap Bikin GBLA Meledak Lawan Semen Padang
-
Eduardo Perez Waspadai PSIM di Laga Awal BRI Super League 2025/2026
-
Pekan I Super League 2025, Persib vs Semen Padang: Suporter Kabau Sirah Jangan Nekad ke GBLA!
-
BRI Super League 2025/2026 Resmi Dimulai, Berikut Jadwal Pekan Pertama yang Penuh Duel Panas
-
3 Pemain Baru Persib Bandung Bakal Bikin Lawan Jiper Duluan di Laga Perdana BRI Super League 2025
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta