- Sejumlah pemain Timnas Indonesia, termasuk Ivar Jenner menunjukkan solidaritas atas situasi saat ini.
- Klub Persis Solo juga ikut bersuara dengan mengenakan pita hitam dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC
- Aksi unjuk rasa yang dipicu kebijakan pemerintah menaikkan pajak dan gaya hidup mewah para wakil rakyat semakin memanas setelah tewasnya Affan Kurniawan
Suara.com - Solidaritas terhadap kondisi Indonesia saat ini disuarakan dengan lantang sejumlah penggawa Timnas Indonesia.
Salah satu pemain keturunan Indonesia, Ivar Jenner di akun Instagram miliknya unggah postingan terkait hal itu.
Serupa dengan Rizky Ridho beberapa jam sebelumnya, Ivar Jenner di Instastory, satu jam lalu unggah postingan, RIP Indonesia's Democracy.
Sebelumnya, bek Persija Jakarta, Rizky Ridho juga unggah postingan yang sama. Pemain Persib Bandung, Beckham Putra pun melakukan hal sama.
Pemain muda, Muhamad Zahaby Gholy yang pernah perkuat Timnas Indonesia U-17 juga ikutan. Pun sejumlah penggawa Timnas Putri Indonesia.
Bentuk solidaritas juga ditunjukkan klub BRI Super League, Persis Solo saat menghadapi Bhayangkara FC. Para pemain Persis kenakan pita hitam saat melawan Bhayangkara FC.
Postingan RIP Indonesia's Democracy disuarakan publik di platform sosial media sebagai bentuk protes terhadap kondisi Indonesia akhir-akhir ini.
Seperti diketahui, dalam beberapa hari ke belakang aksi unjuk rasa dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, buruh, hingga masyarakat lainnya.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan massa rakyat ini tak lepas dari kemarahan mereka kepada pemerintah dan DPR.
Baca Juga: Affan Kurniawan Dilindas Brimob, Raksasa Liga Prancis Suarakan Keadilan
Mereka jengah dengan kebijakan pemerintah dengan menaikkan pajak, sementara para wakil rakyat di Senayan bergelimang hidup mewah.
Situasi makin tak terkendali saat aparat kepolisian menjawab suara massa rakyat ini dengan tindakan represif.
Kamis malam, 28 Agustus 2025, seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan yang masih berusia 21 tahun tewas ditabrak lalu dilindas mobil rantis Brimob.
Wafatnya Affan membuat publik semakin marah. Hingga artikel ini diturunkan, Jumat (29/8), aksi berubah jadi kerusuhan di sejumlah titik, seperti di Kwitang, Mapolda Metro Jaya, Bandung, Solo, hingga Surabaya.
Berita Terkait
-
Affan Kurniawan Dilindas Brimob, Raksasa Liga Prancis Suarakan Keadilan
-
BPJS Ketenagakerjaan Turut Berbela Duka, Ojol Affan Kurniawan Meninggal Saat Sedang Mencari Nafkah
-
Kerusuhan di Polda Metro Jaya: Mahasiswa dan Polisi Bentrok
-
Dari Hujan Deras Hingga Reda, Tak Surutkan Massa untuk Duduki Gedung DPR Malam Ini
-
Komentari Kematian Affan Kurniawan, Bintang Persib: Ini Israel?
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Hasil Akhir: Gol Telat Roman Paparyha Bawa Persis Solo Menang Dramatis
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi