- Kasus FAM menunjukkan bahaya manipulasi dokumen dalam naturalisasi pemain.
- Proses naturalisasi menurut aturan FIFA sangat ketat dan tidak bisa instan.
- PSSI menjadi contoh penerapan jalur legal naturalisasi. Lewat identifikasi pemain keturunan, pengecekan dokumen, koordinasi dengan pemerintah, penerbitan paspor, hingga pengajuan change of association ke FIFA
Orang tua atau kakek-nenek lahir di negara tersebut.
Tinggal di negara itu setidaknya 5 tahun setelah usia 18 tahun.
Persetujuan FIFA
Jika seorang pemain pernah membela tim nasional lain (meski di level junior), ia wajib mengajukan permohonan perpindahan asosiasi (change of association) ke FIFA. Proses ini bisa memakan waktu lama karena harus diverifikasi langsung oleh Komite Status Pemain FIFA.
Pendaftaran di Federasi Nasional
Setelah mendapatkan kewarganegaraan, pemain harus didaftarkan secara resmi di federasi sepak bola negara tersebut, lengkap dengan dokumen legal. Federasi wajib memastikan tidak ada pelanggaran administrasi.
Verifikasi FIFA
Sebelum pemain bisa bermain di laga resmi FIFA (kualifikasi Piala Dunia, Piala Asia, dsb.), dokumennya diperiksa ulang oleh FIFA. Jika ada keraguan, FIFA berhak menolak pendaftaran pemain.
Dengan kata lain, naturalisasi tidak cukup hanya dengan “pegang paspor”. Ada jalur panjang yang melibatkan imigrasi, federasi, hingga otoritas FIFA.
Baca Juga: Sadar dan Akui Salah, FAM Keras Hati 7 Pemain Ilegal Sah sebagai Warga Malaysia
Di Mana Malaysia Salah?
Menurut FIFA, kesalahan Malaysia terletak pada manipulasi dan pemalsuan dokumen.
Artinya, meski para pemain sudah memegang status kewarganegaraan, proses administratif di FAM tidak mengikuti standar yang ditetapkan.
Federasi menyebut ini hanya “kesalahan teknis”, tetapi FIFA menilainya sebagai pelanggaran serius karena menyangkut integritas kompetisi internasional.
Dampak Besar untuk Malaysia
Sanksi ini merugikan banyak pihak. FAM harus menanggung beban denda, sementara tujuh pemain kehilangan kesempatan berkarier selama satu musim penuh.
Bagi publik, kepercayaan terhadap federasi runtuh seketika.
Berita Terkait
-
Sadar dan Akui Salah, FAM Keras Hati 7 Pemain Ilegal Sah sebagai Warga Malaysia
-
Akal Bulus FAM! 7 Pemain Ilegal Malaysia Hilang Bak Ditelan Bumi
-
FAM Kena Batunya Gegara 7 Pemain Ilegal, Pemain Jerman: Terbongkar!
-
Skandal Naturalisasi Malaysia, Orang Dekat Erick Thohir Kasih Sindiran Menohok
-
FIFA Jatukan Sanksi Berat kepada Malaysia, Menpora Geram: Saya Sedih dan Marah
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Jay Idzes Bicara Bibit Harapan di Tengah Kekalahan Timnas Indonesia
-
Perankan 5 Posisi Berbeda di Timnas Indonesia, Ini Respons Calvin Verdonk
-
Dari Bek Kiri Hingga Gelandang Serang, Intip Transformasi Gila Calvin Verdonk di Timnas Indonesia
-
Reaksi Jay Idzes Lihat Gaya Melatih John Herdman Saat Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria
-
Tak Tergantikan! Ini Satu-satunya Pemain yang Tampil Penuh Selama FIFA Series 2026
-
Dominasi Semu Timnas Indonesia, Herdman Ungkap Faktor Kekalahan Garuda atas Bulgaria
-
Timnas Irak Siap Mati-matian Hadapi Bolivia di Final Play-off Piala Dunia 2026
-
Jadwal Terakhir Kualifikasi Piala Asia 2027: Thailand dan Filipina Kejar Tiket ke Putaran Final
-
PSSI Tertantang Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Ajang Bergengsi Lain Usai FIFA Series
-
Jay Idzes Puji Energi dan Semangat John Herdman di Pinggir Lapangan