- Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, memberikan penegasan mengenai target ambisius tersebut.
- Kedua pertandingan ini menjadi sangat vital bagi kelanjutan asa Timnas Indonesia untuk melaju ke babak selanjutnya.
- Motivasi yang diusung oleh tim kepelatihan dan pemain berakar pada semangat nasionalisme dan menjaga Harga Diri Bangsa.
Suara.com - Skuad Timnas Indonesia sedang menghadapi tantangan terberat mereka di pentas sepak bola Asia, berjuang untuk lolos dari Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Target yang dicanangkan manajemen tidak main-main: Meraih enam poin mutlak dari dua pertandingan yang akan dilakoni melawan tim-tim kuat, Arab Saudi dan Irak.
Perjuangan ini melampaui sekadar hasil pertandingan, karena membawa misi penting untuk mengangkat Harga Diri Bangsa di kancah global.
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, memberikan penegasan mengenai target ambisius tersebut.
Meskipun menyadari betul level kompetisi yang dihadapi, tim yang saat ini diarsiteki oleh Patrick Kluivert dipastikan akan mengerahkan segala kemampuan untuk mencapai hasil maksimal.
Sumardji mengungkapkan optimismenya seraya meminta dukungan publik.
"(Targetnya) bisa dapat enam poin, bisa tiga-tiga. Harapannya ya semua tentu kan teman-teman media juga sama kan menginginkan hal yang sama," kata Sumardji di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (2/10/2025).
Kedua pertandingan ini menjadi sangat vital bagi kelanjutan asa Timnas Indonesia untuk melaju ke babak selanjutnya.
Timnas Indonesia tergabung dalam Grup B bersama dengan dua kekuatan tradisional sepak bola Timur Tengah, Arab Saudi dan Irak.
Baca Juga: Timnas Indonesia Baru OTW, Arab Saudi Geber Latihan Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
Tidak dapat dipungkiri, kedua lawan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 tersebut jauh lebih superior dari sisi pengalaman dan prestasi di tingkat internasional.
Oleh karena itu, pencapaian enam poin penuh merupakan keharusan jika Skuad Garuda ingin mengamankan tiket bersejarah menuju putaran final Piala Dunia 2026.
Perjuangan Demi Harga Diri Bangsa dan Kebutuhan Enam Poin
Motivasi yang diusung oleh tim kepelatihan dan pemain berakar pada semangat nasionalisme dan menjaga Harga Diri Bangsa.
Manajer Sumardji kembali menegaskan bahwa target ini adalah cerminan dari komitmen tim untuk berjuang bagi Indonesia.
"Ya targetnya seperti itu, targetnya seperti itu. Karena kan kami ini dari awal tadi saya sampaikan ini harga diri bangsa kita, kita harus perjuangkan betul," jelasnya, menunjukkan keseriusan dalam menghadapi setiap laga.
Dengan pengalaman lawan yang lebih matang, setiap pemain Timnas Indonesia wajib tampil tanpa cela dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Meraih enam poin di fase krusial ini akan menjadi loncatan besar bagi peringkat sepak bola Indonesia di tingkat Asia dan dunia.
Fokus pelatih Patrick Kluivert kini adalah mematangkan strategi untuk meredam kekuatan fisik dan teknik dari Arab Saudi dan Irak.
Kemenangan ini tidak hanya akan memperbesar peluang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 tetapi juga membuktikan perkembangan signifikan sepak bola nasional.
Semua elemen tim sepakat bahwa Harga Diri Bangsa menjadi pemicu semangat terbesar dalam mengarungi sisa laga di babak ini.
Dukungan Masyarakat menjadi faktor non-teknis yang sangat diharapkan dapat memberikan energi positif di lapangan.
Seruan Dukungan Masyarakat Indonesia untuk Skuad Garuda
Sumardji tidak hanya fokus pada teknis tim, tetapi juga meminta peran aktif Dukungan Masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Pertandingan yang akan dimainkan di luar negeri memiliki tantangan jadwal siaran yang cenderung berlangsung pada dini hari waktu Indonesia.
Namun, perbedaan waktu ini diharapkan tidak menyurutkan animo Dukungan Masyarakat terhadap perjuangan Skuad Garuda.
"Ya, kalau main memang jadwalnya kita disana jam 8, disini pastikan dini hari. Saya kira kalau jam main tidak jadi masalah, yang kita harapkan itu adalah dukungan dari masyarakat," terangnya, seraya membesarkan hati para suporter.
Dukungan Masyarakat ini penting karena perjuangan Timnas Indonesia adalah representasi dari seluruh rakyat.
Memperjuangkan Harga Diri Bangsa di pentas Kualifikasi Piala Dunia 2026 adalah tanggung jawab bersama.
Sumardji menekankan bahwa doa dan dukungan positif jauh lebih berharga daripada apa pun, bahkan saat laga berlangsung sangat larut.
"Walaupun itu dini hari, karena ini untuk bangsa dan negara kita, kapan lagi kita support, kita mendukung. Ya, doa itu lebih penting dan memberikan dukungan yang positif itu jauh lebih penting," pungkasnya, mengakhiri seruan tersebut.
Mencapai enam poin penuh akan menjadi hadiah termanis bagi seluruh masyarakat Indonesia yang setia memberikan Dukungan Masyarakat.
Perjalanan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 masih panjang, namun semangat menjaga Harga Diri Bangsa akan terus membara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Hansi Flick Ultimatum Barcelona: Bangkit atau Tenggelam Usai Dibantai Atletico!
-
Potensi Ciro Alves dan 2 Pemain Lagi Sebagai Opsi Penyerang Baru John Herdman
-
Luke Vickyer, Anak Tukang Rumput Lapangan Golf Masih Pikir-pikir Bela Timnas Indonesia
-
Jay Idzes Bikin 2 Striker Udinese Mati Kutu Hingga Media Italia Beri Pujian Setinggi Langit
-
Masih Ingat Cristiano Lupatelli Kiper Nomor Punggung 10? Begini Kabarnya Saat Ini
-
Menerka Strategi Jose Mourinho Jelang Benfica vs Real Madrid: Bakal Pragmatis atau Menyerang Total?
-
Media Vietnam Pandang Remeh, Labeli Timnas Indonesia Skuad 100 Persen Kalah di Final Piala AFF
-
3 Fakta Jhonattan Limbu, Pemain Keturunan Berdarah Gurkha-Jawa, Masa Depan Timnas Indonesia
-
Febri Hariyadi Resmi ke Persis Solo Demi Misi Penyelamatan Laskar Sambernyawa
-
Siapa Jhonattan Limbu? Pemain Keturunan Nepal-Kediri Bisa Bela Timnas Indonesia