-
Patrick Kluivert mencatat masa terbaiknya saat melatih FC Twente II, dengan torehan 25 kemenangan dari 46 laga serta produktivitas tinggi mencapai 116 gol.
-
Periode terburuk Kluivert terjadi bersama Timnas Indonesia, di mana timnya hanya mencetak 11 gol namun kebobolan 15 kali dalam delapan pertandingan.
-
Secara keseluruhan, karier Kluivert menunjukkan pola tim yang cenderung produktif di lini depan, tetapi rentan kebobolan tinggi di hampir semua tim yang ia tangani.
Selepas dari tim nasional, Kluivert mengambil tantangan baru sebagai pelatih kepala Timnas Curacao pada 2015–2016.
Dalam delapan pertandingan, ia membukukan tiga kemenangan, dua imbang, dan tiga kekalahan. Namun, tim asuhannya juga tercatat memiliki rekor kebobolan yang cukup tinggi selama periode tersebut, yakni sembilan gol dengan jumlah mencetak gol 17.
Kariernya kemudian berlanjut di berbagai posisi strategis, mulai dari melatih Ajax U19 (meski hanya bertahan 12 hari), menjadi penasihat strategis Timnas Curacao (2016–2018), hingga menjabat Direktur Olahraga Paris Saint-Germain (PSG).
Pada 2018, ia bergabung dengan Timnas Kamerun sebagai asisten pelatih Clarence Seedorf, lalu menjadi manajer akademi Barcelona dari 2019–2021.
Kluivert sempat kembali ke Timnas Curacao pada 2021 sebagai pelatih interim dengan catatan 6 laga, yakni 1 kemenangan, 2 imbang, dan 3 kekalahan. Jumlah gol 10, dengan kebobolannya adalah 8 gol.
Kemudian, pada musim 2023/2024, dirinya menangani Adana Demirspor di Turki. Dalam 20 pertandingan di semua kompetisi, Kluivert meraih 8 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 6 kekalahan sebelum kontraknya berakhir pada 4 Desember 2023.
Di tangan Patrick Kluivert, Adana Demirspor cukup produktif dengan mengemas 41 gol, tetapi jumlah kebobolannya juga tinggi, yakni 29 gol.
Pada 8 Januari 2025, Patrick Kluivert ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia. Namun, kegagalannya di round 4 membuat pelatih asal Belanda itu ditendang dari kursinya.
Selama delapan pertandingan, Patrick Kluivert hanya mampu meraih tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Selama itu pula, skuat Garuda kebobolan 15 kali dengan hanya mencetak 11 gol.
Baca Juga: 3 Calon Pelatih Timnas Indonesia Pengganti Patrick Kluivert, Ada STY
Berdasarkan data hasil pertandingan, jumlah gol, dan kebobolan dari seluruh tim yang pernah dilatih, berikut kesimpulannya:
- Karier terbaik Patrick Kluivert terjadi saat menangani FC Twente II (2011–2013). Ia mencatat 25 kemenangan dari 46 laga, dengan produktivitas tinggi (116 gol). Meski kebobolannya juga besar (92 gol), tingkat kemenangan dan jumlah gol menjadi yang paling menonjol sepanjang kariernya sebagai pelatih kepala.
- Karier terburuk Patrick Kluivert tercatat saat melatih Timnas Curacao (periode kedua, 2021). Dalam 6 laga, timnya hanya meraih 1 kemenangan, dengan 10 gol dicetak dan 8 kebobolan. Rasio kemenangan rendah serta performa yang inkonsisten membuat periode ini menjadi salah satu yang paling mengecewakan dalam kariernya.
- Namun, jika dilihat dari selisih gol (defensif dan ofensif), maka periode bersama Timnas Indonesia adalah yang terburuk, karena hanya mencetak 11 gol tetapi kebobolan 15 gol, alias selisih negatif (-4).
Jika dilihat secara keseluruhan, Kluivert dikenal sebagai pelatih dengan gaya menyerang yang produktif, tetapi kelemahan utamanya ada pada pertahanan tim yang terlalu mudah kebobolan.
Berita Terkait
-
3 Calon Pelatih Timnas Indonesia Pengganti Patrick Kluivert, Ada STY
-
Patrick Kluivert Dipecat PSSI, Tapi Malah Berpotensi untung Rp36 Miliar
-
PSSI Akhirnya Pecat Patrick Kluivert Dkk, DPR: Setuju! Ini Jawab Keresahan Publik
-
Berlaga di Piala Dunia, Semoga Timnas Indonesia U-17 Tak Bernasib Seperti Seniornya
-
Dituding Tak Kasih Taktik ke Pemain Timnas Indonesia, Apa Lisensi Patrick Kluivert?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Derbi Jatim Arema FC vs Persebaya Surabaya Terancam Batal di Kanjuruhan
-
Adu Gacor Striker Lokal Super League: Eksel Runtukahu Bersaing Ketat dengan Ezra Walian
-
Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Meski Imbang, Declan Rice Tak Pedulikan Kritik Pedas
-
Jadwal Semifinal Liga Champions 2025/2026: PSG vs Bayern Munich, Atletico Madrid Tantang Arsenal
-
Bojan Hodak Bangga Beckham Putra Nugraha Raih Gelar Sarjana
-
Ukir Sejarah, Ini Kata Mikel Arteta Usai Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Dua Musim Beruntun
-
PSSI Pastikan Isu 'Pasportgate' Felicia de Zeeuw Sudah Tuntas
-
Asisten Pelatih John Herdman Bocorkan Agenda dan Target Besar Timnas Indonesia
-
Timnas Myanmar U-17 Tundukkan Thailand 1-0, Puncaki Klasemen Grup B Piala AFF U-17 2026
-
Cedera Achilles, Hugo Ekitike Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026