-
PSSI pecat Patrick Kluivert, legenda Barcelona.
-
Timnas Indonesia gagal total di kualifikasi.
-
Pelatih asing itu tak cocok dengan pemain lokal.
Tuntutan publik terhadap PSSI untuk Timnas Indonesia yang lebih baik semakin kuat setelah impian lolos Kualifikasi Piala Dunia kandas di tengah jalan.
Kritik tajam sempat mencuat ke publik terkait metode latihan yang diterapkan dan keputusan kontroversial dalam pemilihan pemain oleh tim pelatih asing tersebut.
Banyak pihak menyayangkan sikap Patrick Kluivert yang dinilai kurang terbuka dan enggan menerima masukan berharga dari staf kepelatihan lokal di Timnas Indonesia.
Hilangnya Semangat Juang Skuad Garuda
Di bawah komando Patrick Kluivert, ciri khas gaya bermain agresif dan semangat juang yang melekat pada Timnas Indonesia seolah-olah menghilang secara misterius.
Skuad Timnas Indonesia tampak sering bermain pasif, kehilangan intensitas tinggi, dan menunjukkan mudahnya frustrasi ketika mereka berada dalam posisi tertinggal skor.
Hal ini menjadi pemicu utama bagi PSSI untuk mengambil keputusan drastis, yaitu melakukan "reset" total dalam menentukan arah pembinaan tim nasional di masa mendatang.
Keputusan pemecatan ini menandai akhir dari eksperimen jangka panjang PSSI dengan filosofi yang dibawa pelatih asing dengan harapan melaju mulus di Kualifikasi Piala Dunia.
Kini, fokus PSSI beralih mencari sosok pelatih baru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu menggali potensi terbaik dari karakter asli para pemain Timnas Indonesia.
Baca Juga: Statistik Patrick Kluivert selama Latih Timnas Indonesia: 4 Kali Kalah, Kebobolan 15 Gol
Evaluasi Menyeluruh Pasca-Kegagalan Besar
Pengalaman kegagalan Patrick Kluivert diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi PSSI agar lebih selektif dalam memilih pelatih asing untuk proyek-proyek besar selanjutnya.
Publik menanti langkah strategis PSSI berikutnya untuk membangun kembali fondasi kuat skuad Garuda yang sempat goyah saat berjuang di Kualifikasi Piala Dunia terakhir.
Meskipun gagal mencapai target utama, Patrick Kluivert tetap meninggalkan catatan bahwa memimpin Timnas Indonesia memiliki tantangan unik yang berbeda dari klub-klub Eropa.
Kegagalan menembus babak akhir Kualifikasi Piala Dunia menjadi alarm keras bagi seluruh jajaran PSSI tentang pentingnya sinergi antara staf lokal dan pelatih asing.
Kinerja Patrick Kluivert dan timnya di level senior maupun junior akan dievaluasi secara mendalam oleh tim teknis PSSI sebagai bahan perbaikan total di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jordi Cruyff Lagi Sibuk Cari Pelatih Baru untuk Ajax, Patrick Kluivert Masih Nganggur
-
2 Hal Menarik dari Rumor Kelme Jadi Brand Apparel Baru Timnas Indonesia
-
Timnas Indonesia vs Bulgaria: Ole Romeny Bakal Lawan Rekan Setimnya
-
Kondisi Terbaru Mees Hilgers: Nasib Ada di Tangan Erik Ten Hag
-
Tak Dipakai Mikel Arteta, Bek Arsenal Rp1 Triliun Berpotensi Hijrah ke Liverpool
-
Prediksi Semifinal Piala Liga Inggris Chelsea vs Arsenal: Rekor Buruk The Blues di Kandang Sendiri
-
Tak Mau Hormati Barcelona, Kylian Mbappe Kena Damprat Joan Laporta
-
Terungkap Umpatan Xabi Alonso ke Pemain Real Madrid Sebelum Dipecat, Mbappe Jadi Biang Kerok
-
Kilas Balik Anak John Herdman Bikin Gol ke Gawang Timnas Indonesia dan Buat STY Tertunduk
-
Harapan Umuh Muchtar usai John Herdman Diresmikan sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia