- Eks scout MU, Piotr Sadowski, menyebut klub “kehilangan keberanian” mengembangkan pemain muda.
- Alvaro Fernandez kini bersinar di Real Madrid setelah dilepas murah pada 2024.
- Kebijakan rekrutmen dan minimnya menit bermain talenta muda di bawah Ruben Amorim jadi sorotan.
Suara.com - Eks pemandu bakat Manchester United, Piotr Sadowski, menilai klub telah melakukan kesalahan besar dengan melepas bek kiri muda Alvaro Fernandez (Carreras) ke Benfica pada Januari 2024.
Sadowski, yang pernah bekerja di struktur kepelatihan United, menyebut keputusan tersebut menunjukkan kurangnya keberanian klub dalam berinvestasi pada pemain muda.
Padahal, Fernandez kini tampil gemilang bersama Real Madrid di bawah asuhan Xabi Alonso, usai pindah dari Benfica pada musim panas 2025.
“Fernandez datang ke Manchester United saat berusia sekitar 16 tahun. Anak ini sangat pekerja keras, cepat belajar, dan kariernya berkembang baik,"
"Namun United justru menyerah terlalu cepat dan menjualnya murah ke Benfica. Sekarang dia berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik dunia,” kata Sadowski dilansir dari Sportsmole.
Keputusan melepas Fernandez semakin terasa janggal karena United justru mendatangkan Patrick Dorgu pada Januari 2025.
Namun, pemain muda asal Denmark itu gagal tampil konsisten dan baru mencatat enam kali starter di Premier League musim ini.
Meskipun pelatih Ruben Amorim membawa United tampil tanpa kekalahan dalam lima laga terakhir, sejumlah pengamat menilai klub masih belum solid dalam urusan rekrutmen pemain muda.
Padahal, sejak kedatangan Sir Jim Ratcliffe sebagai pemilik bersama, United gencar berbicara soal kebijakan keuangan yang lebih sehat dan pembinaan jangka panjang.
Baca Juga: MU Siap Lepas Jadon Sancho Gratis, Dortmund Siap Sambut Si Anak Hilang
Amorim juga dinilai kurang memberi ruang bagi talenta muda. Alejandro Garnacho bahkan dijual ke Chelsea setelah berselisih dengan sang pelatih, sementara Kobbie Mainoo belum sekalipun tampil sebagai starter di Premier League musim ini.
Sementara itu, United memang merekrut beberapa bakat muda seperti Ayden Heaven dan Chidozie Obi-Martin dari Arsenal, namun keduanya belum mendapat kesempatan bermain di tim utama.
“Manchester United dikenal sebagai klub yang selalu menumbuhkan pemain dari akademinya. Tapi sekarang mereka tampak kehilangan keberanian itu,” tambah Sadowski.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
-
Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
-
Haaland Kembali Jadi Pahlawan meski Norwegia Minim Peluang, Pelatih: Dia Finisher Terbaik di Dunia
-
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
-
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
-
Statistik Mengagumkan Bikin AS Monaco Yakin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
-
Erling Haaland Buyarkan Mimpi Pantai Gading, Emerse Fae: Detail Kecil Jadi Pembeda di Piala Dunia
-
Gema "Cielito Lindo" di Mexico City! Ribuan Fans Padati Estadio Azteca, Jelang Meksiko vs Ekuador
-
Mengenal Orlando Gill: Dari Jualan Baju Jadi Pahlawan Paraguay di Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Amad Diallo Pantai Gading Tersingkir di Piala Dunia 2026: Pelajaran Mahal