-
Performa Ole Romeny di Oxford United diragukan setelah cedera panjang.
-
Romeny hanya bermain sembilan menit dan belum menemukan kontribusi optimal.
-
Tim membutuhkan tenaga Romeny untuk menghadapi jadwal padat akhir tahun.
Suara.com - Cidera Parah di Piala Presiden Bikin Ole Romeny Sial Sampai Sekarang. Performa Ole Romeny bersama Oxford United kini menjadi fokus perhatian, memicu spekulasi mengenai potensi hilangnya ketajaman sang pemain setelah ia kembali dari cedera.
Pemain sayap berusia 25 tahun yang memperkuat Tim Nasional Indonesia ini mengalami insiden cedera saat pertandingan pramusim yang diselenggarakan di Jakarta pada bulan Juni.
Cedera pergelangan kaki yang dialaminya tersebut memaksa Romeny menepi dari lapangan hijau untuk jangka waktu yang cukup signifikan.
Secara keseluruhan, Romeny harus absen dalam 13 pekan awal kompetisi Championship musim 2025/2026.
Momen comeback-nya terjadi pada pekan ke-14, tepatnya pada 4 November lalu, menandai kembalinya ia ke daftar pemain.
Dalam penampilan perdana di kandang sendiri pasca-cedera, Romeny dimasukkan sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir pertandingan.
Waktu bermainnya terhitung sangat singkat, yakni hanya selama sembilan menit di lapangan.
Kontribusi yang mampu diberikan oleh winger tersebut selama durasi singkat itu dinilai belum signifikan.
Setelah kesempatan bermain yang terbatas itu, Pelatih Gary Rowett memutuskan untuk tidak memainkannya lagi dalam laga selanjutnya melawan West Brow pada 8 November, meskipun namanya tercantum dalam susunan pemain.
Baca Juga: Kuasai Oxford United, Semoga Erick Thohir Tak Blunder Seperti di Inter Milan dan Timnas Indonesia
Kini, fokus tertuju pada penampilan Romeny pasca-jeda internasional FIFA Matchday, di mana timnas Indonesia tidak memiliki agenda pertandingan.
Para penggemar dan manajemen tim sangat menantikan kembalinya penampilan cemerlang Romeny yang diharapkan sebanding dengan nilai transfernya yang tinggi.
Beberapa publikasi olahraga terkemuka Inggris, termasuk Oxford Mail dan The Herald Series, telah mulai menyuarakan keraguan terhadap kemampuan Romeny untuk mencapai performa terbaiknya.
Kondisi ini diperparah dengan masuknya sejumlah amunisi baru ke dalam skuat The U's selama bursa transfer musim panas.
Kehadiran pemain anyar berpotensi mengubah dinamika tim dan persaingan posisi.
"Dengan pemain baru di musim panas seperti Will Lankshear, Brian De Keersmaecker, dan Filip Krastev yang belum bermain dengan baik bersama Romeny," tulis The Herald Series.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
FIFA Selidiki Dugaan Rasial Terhadap IShowSpeed di Piala Dunia 2026, Laga Argentina Jadi Sorotan
-
Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik
-
Kylian Mbappe Dijuluki 'Mobut' di Timnas Prancis, Apa Artinya?
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Persija dan Persib Sumbang Paling Banyak
-
Wasit Argentina Pimpin Perancis vs Maroko, Les Bleus Tak Gentar Lawan Keputusan FIFA
-
Wasit Final Piala Dunia 2022 Bongkar Kesalahan VAR Anulir Gol Mesir ke Gawang Argentina
-
FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina
-
Granit Xhaka Tak Takut Hadapi Lionel Messi, Swiss Siap Ukir Sejarah Kontra Argentina
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?