- Gabriel Agbonlahor menilai Liam Delap keliru memilih Chelsea karena kurangnya jaminan waktu bermain signifikan.
- Chelsea merekrut Delap dari Ipswich Town seharga 30 juta Pound setelah musim impresif dengan 12 gol Premier League.
- Delap menghadapi awal sulit di Chelsea, termasuk cedera dan kartu merah, serta kritik dari pelatih Enzo Maresca.
Suara.com - Mantan winger Aston Villa, Gabriel Agbonlahor, menilai striker muda Liam Delap telah membuat keputusan keliru dengan memilih bergabung bersama Chelsea pada musim panas lalu.
Menurutnya, Delap seharusnya meniti karier di klub yang memberi jaminan menit bermain lebih besar sebelum melangkah ke klub sebesar Chelsea.
Chelsea mengaktifkan klausul pelepasan Delap senilai £30 juta dari Ipswich Town usai sang striker tampil impresif musim sebelumnya, mencetak 12 gol Premier League untuk tim yang akhirnya terdegradasi.
Manchester City sempat mempertimbangkan memulangkan lulusan akademinya itu, sementara Manchester United juga masuk dalam persaingan.
Namun Delap memilih Stamford Bridge dan menandatangani kontrak enam tahun.
Ekspektasi tinggi suporter Chelsea belum terbayar. Delap mengalami awal musim yang sulit, termasuk dua bulan absen karena cedera dan kartu merah kontroversial pada laga perdananya setelah pulih.
Ia baru mencetak gol pertamanya setelah delapan pertandingan, yakni dalam kemenangan 3-0 Chelsea atas Barcelona di Liga Champions.
Agbonlahor menilai situasi itu sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak awal.
“Menurut saya, Delap melewatkan kesempatan penting,” ujar Agbonlahor kepada talkSPORT.
Baca Juga: Roberto Di Matteo Terkesima dengan Bintang Muda Chelsea Estevao
“Dia seharusnya memilih klub yang memberi menit bermain lebih banyak. Di Chelsea, persaingan terlalu besar.”
Ia mencontohkan klub seperti Everton sebagai pilihan yang lebih logis.
“Kenapa tidak ke Everton dulu? Cetak 15–20 gol, lalu naik level ke Chelsea,” tambahnya.
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, sebelumnya juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Delap setelah sang striker mendapat dua kartu kuning dalam tujuh menit ketika melawan Wolves.
“Ini kartu merah yang sangat memalukan,” kata Maresca dengan nada frustrasi.
“Saya sudah mengingatkan dia berkali-kali untuk tetap tenang. Kadang dia bermain hanya untuk dirinya sendiri dan tidak melihat rekan-rekannya.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Alasan Miliano Jonathans Gabung Excelsior Rotterdam
-
Tak Dapat Maarten Paes, Persib Bandung Incar Kiper Keturunan Lainnya
-
Thom Haye 'Menghilang' dari Latihan Persib Bandung, Ada Apa?
-
Persib Bandung Pinjamkan Rezaldi Hehanussa dan Hamra ke Persik
-
Inggris Tak Butuh Bintang? Ini yang Dibutuhkan Tuchel untuk Bawa Three Lions Juara Piala Dunia 2026
-
Beda Jauh Antara Hansi Flick dengan Alvaro Arbeloa Usai Hasil Beda di Copa del Rey
-
Alaeddine Ajaraie Top Skor Liga India Mau Bantu Persija Jakarta Juara
-
Pemain Keturunan Indonesia Dihukum Penjara di Turki, Begini Kata Fenerbahce
-
Riak-riak Kecil di Internal Arsenal, Declan Rice Kedapatan Ribut dengan Tangan Kanan Arteta
-
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Skuad Garuda Kebagian Jamu Vietnam