- Presiden LaLiga, Javier Tebas, menyindir belanja klub Premier League dan Serie A yang tidak berkelanjutan.
- Tebas mengkritik Serie A Italia kehilangan arah karena memprioritaskan kepentingan pribadi, bukan ekosistem liga.
- Ia mengecam Superliga karena tidak serius, sering mengubah format, dan salah memahami model ekonomi pasar iklan.
Suara.com - Presiden LaLiga, Javier Tebas, kembali membuat pernyataan keras dan sindiran tajam untuk Premier League dan Serie A Italia.
Dalam wawancara eksklusif bersama La Gazzetta dello Sport, sosok yang dikenal vokal itu menyindir dua kompetisi terbaik Eropa, Premier League dan Serie A Italia.
Tebas mengungkapkan perbedaan besar antara LaLiga dan liga top lainnya seperti Premier League dan Serie A Italia.
Musim panas lalu, klub-klub LaLiga hanya menghabiskan €666 juta, hampir lima kali lebih kecil dibanding Premier League.
“Di Spanyol kami hanya belanja sesuai kemampuan. Di Inggris, Italia, dan Prancis ada klub yang belanja lebih dari pemasukan. Itu tidak berkelanjutan.”
Ia juga mengingatkan bahwa pendapatan besar Premier League seharusnya cukup tanpa harus menambah utang.
Lebih lanjut Tebas juga memberikan kritik pedas terhadap kompetisi Serie A Italia.
Menurut Tebas dari musim ke musim, kompetisi Serie A Italia seperti kehilangan arah, jauh dari tracknya.
“Italia sedang kehilangan kereta karena tidak semua memahami bahwa pusat ekosistem sepak bola harusnya Serie A, bukan kepentingan pribadi.”
Baca Juga: Roy Keane dan Gary Neville Ngamuk Usai Manchester United Ditahan Imbang West Ham
Ia menyoroti sistem kompetisi usia muda di Italia yang masih mempertahankan liga Primavera, yang menurutnya tidak kompetitif.
Sebagai perbandingan, Spanyol mengizinkan tim B klub besar bermain di divisi dua hingga empat, menghadapi lawan-lawan senior, sehingga mempercepat perkembangan pemain muda.
Tebas juga menyerang penggagas Superliga, yang menurutnya tidak pernah serius.
“Dalam empat tahun, mereka mengubah format empat kali. Itu tidak serius,” katanya.
Ia menilai klaim bahwa Superliga bakal mengandalkan model “sepak bola gratis” justru membuktikan bahwa mereka tidak memahami realitas pasar.
Menurutnya, pasar iklan sudah jenuh, sehingga layanan gratis mustahil menopang kompetisi elite.
Berita Terkait
-
Roy Keane dan Gary Neville Ngamuk Usai Manchester United Ditahan Imbang West Ham
-
Klasemen Liga Inggris: Gol Magassa Tahan Manchester United di Peringkat Kedelapan
-
Manchester United Kecolongan di Menit Akhir, Ruben Amorim Geleng-geleng
-
Manchester United Tergelincir di Old Trafford, Ditahan Imbang West Ham 1-1 Liga Inggris Pekan Ke-14
-
Roy Keane Klaim Premier League 2025/2026 Sudah Selesai Usai Arsenal Mantap di Puncak Klasemen
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Beda Haluan dengan Sepak Bola, Futsal Indonesia Tegas Tolak Naturalisasi demi Produk Lokal.
-
Pemain yang Diincar PSG ini Tolak Tawaran Timnas, Indonesia, Padahal Diminta Ibunya
-
Fadly Alberto Siap Terima Sanksi Tegas dari Komite Disiplin PSSI
-
Cerita Legenda Barcelona di Jakarta: Blusukan ke Kota Tua, Terpesona Wayang dan Topeng
-
Persib Bandung Ditahan Dewa United, Ini Respon Santai Eliano Reijnders
-
Elkan Baggott dan 2 Pemain Abroad Lain yang Bisa Main di Liga Elite Eropa Musim Depan
-
Debut bersama Liverpool, Freddie Woodman Tidak Menyangka Langsung di Derbi Merseyside
-
Persib Kebobolan 4 Gol dalam 2 Laga, Ini Kata Bojan Hodak
-
Lamine Yamal Berhasil Samai Johan Cruyff
-
Superkomputer Prediksi Juara Liga Inggris Musim Ini, Arsenal atau Manchester City?