-
Indonesia U-22 kalah 0-1 dari Filipina di Grup C SEA Games.
-
Peluang lolos semifinal Garuda Muda sangat bergantung laga akhir.
-
Performa pemain naturalisasi belum optimal di laga kontra Filipina.
Rafael Struick sempat membawa bola hingga ke area vital pertahanan lawan, namun upayanya melepaskan tembakan masih melebar dari sasaran.
Pada menit ke-68, Rafael Struick kemudian ditarik keluar lapangan dan digantikan oleh Frengky Missa.
Penyerang Timnas Indonesia U-22, Mauro Zijlstra, mendapatkan kepercayaan penuh dari Pelatih Indra Sjafri untuk bermain sejak awal pertandingan.
Skema ini serupa dengan yang diterapkan dalam dua laga uji coba melawan Mali U-23 bulan sebelumnya.
Zijlstra terlihat belum menunjukkan pergerakan eksplosif di awal laga.
Ia cenderung menunggu umpan silang matang dari kedua sektor sayap untuk memaksimalkan peluang.
Terlihat Zijlstra sedikit terlambat dalam upayanya untuk memecah konsentrasi para pemain bertahan lawan.
Kali ini, Zijlstra belum mampu memanfaatkan keunggulan postur tubuhnya yang tinggi untuk menciptakan ancaman nyata di gawang Filipina.
Meskipun sempat menerima crossing dari Struick, ia gagal mengoptimalkan kesempatan emas tersebut menjadi gol.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-22 Kalah Lawan Filipina, Rekor Buruk 30 Tahun Silam Terulang
Ivar Jenner diangkat sebagai kapten tim, mengemban tugas sebagai motor utama di lini tengah Timnas Indonesia U-22.
Jenner menunjukkan mobilitas yang cukup tinggi, aktif mengatur tempo permainan tim dan menjadi inisiator serangan.
Skema build-up bola dari belakang banyak diawali oleh pergerakan dan umpan dari Ivar Jenner.
Beberapa umpan kunci yang dilepaskannya kepada rekan-rekan di lini depan sempat membuka celah di pertahanan rapat Filipina pada babak pertama.
Perannya di paruh kedua pertandingan menjadi kurang signifikan.
Bahkan Ivar Jenner tercatat melancarkan tekel berbahaya dan pelanggaran keras kepada pemain Filipina.
Beruntung, wasit tidak memberikan kartu peringatan atas aksi tersebut.
Pelatih Indra Sjafri menurunkan bek Dion Markx sejak kick-off.
Ia dipasangkan dengan Kadek Arel dan Muhammad Ferarri untuk memperkuat sektor lini belakang.
Pemain dari NEC Nijmegen U-21 ini, di awal pertandingan, menunjukkan koordinasi yang rapat dan solid bersama bek lainnya.
Namun, Dion Markx dan rekan-rekannya di lini pertahanan tampak kehilangan fokus ketika Filipina U-22 berhasil mencuri gol di penghujung babak pertama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum
-
Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu
-
3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi
-
Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum
-
Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup