- Gelandang Persita Tangerang, Pablo Ganet, resmi dilepas klub untuk memperkuat Timnas Guinea Khatulistiwa di Piala Afrika 2025.
- Ganet dan Guinea Khatulistiwa tergabung dalam Grup E yang berat bersama Aljazair, Burkina Faso, dan Sudan.
- Perjuangan Ganet di AFCON 2025 akan dimulai melawan Burkina Faso pada hari Rabu, 24 Desember 2025.
Suara.com - Kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League, kembali menunjukkan kelasnya.
Salah satu bintangnya, gelandang andalan Persita Tangerang, Pablo Ganet secara resmi telah dilepas oleh klub untuk memperkuat Timnas Guinea Khatulistiwa di ajang Piala Afrika 2025.
Panggilan tugas negara ini disambut dengan penuh kebanggaan oleh kubu Pendekar Cisadane.
Melalui akun media sosial resmi mereka, Persita melepas sang pemain dengan doa dan dukungan penuh.
"Dari Tangerang menuju panggung Afrika! Mari beri dukungan penuh untuk Pendekar, Pablo Ganet, yang akan berjuang bersama Timnas Guinea Khatulistiwa di AFCON 2025," tulis Persita.
Perjuangan Pablo Ganet di Piala Afrika 2025 tidak akan mudah. Guinea Khatulistiwa tergabung di Grup E yang terbilang cukup berat bersaing dengan Aljazair, Burkina Faso, dan Sudan.
Ini berarti, Ganet akan mendapatkan kesempatan langka untuk beradu skill dengan para bintang top dunia yang merumput di Eropa, salah satunya adalah mantan pilar Manchester City yang kini membela Aljazair, Riyad Mahrez.
Perjalanan mereka akan dimulai dengan laga melawan Burkina Faso pada Rabu (24/12/2025).
Pemanggilan Ganet ke tim nasional bukanlah sebuah kejutan. Gelandang berusia 31 tahun ini merupakan salah satu pilar tak tergantikan di lini tengah Persita musim ini.
Baca Juga: Gol Lawan Wolves, Rayan Cherki Buktikan Layak Jadi Penerus Mahrez di Man City
Dari 13 penampilan yang telah ia jalani di Super League, Ganet sukses menunjukkan produktivitasnya dengan sumbangan tiga gol dan satu assist, sebuah catatan impresif bagi seorang gelandang.
Performa apiknya inilah yang membuatnya tetap menjadi andalan di level tim nasional.
Berita Terkait
-
Liverpool Resmi Ditinggal Mohamed Salah pada Desember 2025
-
Bintang Man City Ungkap Kekecewaan Eliano Reijnders Usai Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026
-
Hasil Lengkap Piala Liga Inggris: Arsenal, Man City, hingga Chelsea ke Perempat Final
-
2 Kelebihan Aresnal yang Tidak Dimiliki Liverpool dan Manchester City
-
Kata-kata Bintang Man City Usai Adiknya Gagal Tembus Piala Dunia 2026 Bareng Timnas Indonesia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati