- Nova Arianto memimpin Timnas Indonesia U-20 dengan standar baru, mengedepankan kinerja pemain di lapangan.
- Nova menekankan kriteria seleksi utama meliputi kerja keras, mentalitas tak terkalahkan, dan kecerdasan taktik.
- Latar belakang klub pemain tidak lagi menjadi penentu kelayakan, fokus hanya pada performa saat proses seleksi.
Suara.com - Era baru dengan standar yang sama sekali berbeda kini dimulai di Timnas Indonesia U-20.
Di bawah komando nakhoda anyar, Nova Arianto nama besar klub bukan lagi jaminan untuk bisa mengenakan seragam Garuda di dada. Kerja keras, mentalitas, dan kecerdasan taktik menjadi harga mati.
Setelah sukses membawa Timnas U-17 mengukir sejarah, Nova kini memulai tugas barunya dengan memimpin langsung proses seleksi untuk membentuk kerangka skuad Garuda Nusantara.
Sejak awal, ia telah menetapkan sebuah prinsip yang sangat jelas, tidak ada anak emas.
Nova Arianto secara tegas menyatakan bahwa ia dan tim pelatihnya tidak akan terpengaruh oleh dari klub mana seorang pemain berasal. Baginya, performa di atas lapangan adalah satu-satunya tolok ukur yang valid.
"Untuk kriteria, kami tidak melihat secara background klub mana mereka bermain," kata Nova, dikutip dari kanal YouTube Timnas Indonesia.
Mantan asisten Shin Tae-yong ini membeberkan standar utama yang harus dipenuhi oleh setiap calon pemain.
Ia menuntut adanya semangat juang dan kerja keras tanpa kompromi dalam setiap sesi latihan.
"Saya ingin bagaimana cara main mereka di lapangan. Kerja keras mereka di lapangan dan secara standar ada beberapa kriteria yang saya ingin," jelasnya.
Baca Juga: Teka-teki Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, PSSI Ungkap Mekanisme Penunjukan Suksesor PK
Lebih dari sekadar fisik dan semangat, Nova juga menuntut adanya level kecerdasan taktikal yang lebih tinggi.
Berkaca dari pengalamannya di Piala Dunia U-17, ia ingin para pemain di level U-20 ini memiliki pemahaman taktik yang lebih matang, seiring dengan usia dan pengalaman mereka.
"Untuk karakter, setelah kita tampil di Piala Dunia U-17 kemarin pelajaran yang saya bisa ambil terutama dari karakter menolak menyerah," kata Nova Arianto.
"Saya minta pemain ini memiliki secara mental dan disiplin lebih baik lagi karena mereka usia 20. Secara teknik lebih baik dari timnas U-17, semoga mereka bisa sangat memahami (taktik)," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bocoran Gaji dan Kontrak Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman Mencuat Jelang Pengumuman PSSI
-
PSSI Belum Tentukan Nasib Jordi Cruyff Usai Diresmikan Ajax
-
Resmi! Jordi Cruyff Bekerja di Ajax Amsterdam Mulai Februari 2026
-
Detail Kontrak Unik John Herdman di Timnas Indonesia, Jangka Panjang tapi...
-
4 Pemain Naturalisasi Berpotensi Tergusur di Timnas Indonesia Era John Herdman
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon
-
Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos
-
Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital
-
Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat
-
Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun
-
PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan
-
DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan
-
Marbot Masjid di Cilacap Cabuli 24 Anak, Korban Dipaksa Sumpah Alquran Supaya Bungkam