- Calum McFarlane terpaksa membatalkan liburan tahun baru bersama keluarga demi memenuhi panggilan darurat menjadi manajer sementara Chelsea.
- Ia langsung bekerja cepat bersama staf akademi untuk mempersiapkan taktik menghadapi Manchester City meski waktunya sangat singkat.
- McFarlane memiliki latar belakang unik karena pernah bekerja di akademi Manchester City, lawan yang akan dihadapinya dalam debut sebagai caretaker.
Suara.com - Di balik penunjukan mendadak Calum McFarlane sebagai manajer sementara Chelsea, terselip sebuah drama keluarga yang cukup menggelitik di momen pergantian tahun.
Pelatih kepala Chelsea U-21 itu terpaksa membatalkan agenda liburan berharga bersama istri dan anak-anaknya tepat pada Hari Tahun Baru.
Padahal, pelatih berusia 37 tahun tersebut sedang dalam perjalanan santai bersama keluarga kecilnya menuju pertunjukan lampu di Windsor.
Suasana liburan seketika berubah tegang setelah ponselnya berdering dan menampilkan panggilan darurat dari petinggi The Blues.
Manajemen klub memintanya segera merapat ke Cobham untuk mengambil alih kemudi tim utama jelang laga big match kontra Manchester City di Etihad.
“Saya menerima telepon yang pada dasarnya hanya bertanya, ‘Kapan Anda bisa datang ke Cobham?’ Saya jawab, ‘Sekitar satu jam lagi’. Jujur saja, istri saya tidak terlalu senang,” ungkap McFarlane menceritakan reaksi sang istri.
Meski momen liburan berantakan, ia menerima mandat besar tersebut dengan penuh tanggung jawab.
“Mereka mengatakan, ‘Anda akan mempersiapkan tim untuk menghadapi Manchester City hari Minggu. Kami sepenuhnya mendukung dan memercayai Anda’,” lanjut McFarlane menirukan ucapan petinggi klub.
Satu jam setelah panggilan yang mengubah nasibnya itu, McFarlane sudah tiba di pusat latihan Chelsea.
Baca Juga: Arteta Puji Enzo Maresca Usai Tinggalkan Chelsea: Dia Melakukan Pekerjaan yang Luar Biasa
Saking terbiasanya dengan rutinitas lama, ia secara refleks memarkir mobilnya di area akademi seperti hari-hari biasanya.
Namun kali ini langkah kakinya menuju ke gedung tim utama, berbekal akses keamanan baru yang telah disiapkan klub khusus untuknya.
Di tengah ketidakpastian nasib staf pelatih lama termasuk Willy Caballero, McFarlane memilih langsung tancap gas bekerja.
Ia menggandeng asisten tim U-21 Andy Ross dan James Simmonds, serta analis akademi Adam Keep untuk membantunya.
Bersama pelatih bola mati Bernardo Cueva, mereka menghabiskan waktu berjam-jam membedah kekuatan Manchester City.
“Ini 24 jam yang gila. Tapi energinya luar biasa. Para pemain fokus, lapar, dan tahu betapa besarnya laga ini,” ujarnya antusias.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Persija Gagal Juara meski Lebih Garang dari Era 2018, Marko Simic Disinggung
-
Sesumbar Lamine Yamal, Bidik Rekor Hattrick Termuda di Piala Dunia 2026
-
Mikel Arteta Dipuji Ubah Mentalitas Arsenal Jadi Monster Eropa
-
Ogah Terpeleset di Laga Terakhir, Julio Cesar Minta Pemain Persib Bandung Lakukan Ini
-
Pujian Berbisa Luis Enrique: Sebut Mikel Arteta Masterpiece Modern Jelang Final Liga Champions
-
Persipura Respons Sanksi Tanpa Penonton Semusim: Sepak Bola Tanpa Suporter Kehilangan Jiwa
-
Unai Emery, Nama 'Villa' dan Mantra Sakti di Liga Europa
-
Luis Enrique: Arsenal Terbaik di Dunia Jika Tanpa Bola
-
Nasib Sial Neymar: Dipanggil Brasil ke Piala Dunia 2026, Eh Cedera Lagi!
-
Unai Emery 'Si Raja' Liga Europa, 5 Trofi dalam 6 Final!