- Kegagalan Timnas Venezuela di kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi sorotan setelah kekalahan 3-6 dari Kolombia.
- Kampanye Vinotinto sempat menyatukan rakyat Venezuela yang terbelah di tengah krisis politik dan ekonomi berkepanjangan.
- Federasi Sepak Bola Venezuela (FVF) dan tim nasional terbukti erat kaitannya dengan pemanfaatan rezim politik kekuasaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebangkitan Vinotinto telah dimanfaatkan rezim Maduro sebagai alat pencitraan. Prestasi tim nasional kerap dijadikan simbol stabilitas dan legitimasi kekuasaan.
Momentum itu semakin kuat setelah Venezuela mencapai perempat final Copa America 2024, sebuah pencapaian yang memikat hati publik.
Namun, hanya tiga minggu kemudian, Maduro mengklaim kemenangan dalam pemilu presiden 28 Juli yang banyak pihak internasional nilai penuh kecurangan.
Amerika Serikat, Uni Eropa, OAS, PBB, hingga lembaga pemantau pemilu seperti Carter Center menolak hasil tersebut.
Oposisi yang dipimpin María Corina Machado dan presiden terpilih Edmundo González bahkan mempublikasikan lebih dari 80 persen salinan formulir suara yang menunjukkan kemenangan mereka.
Protes besar pun meletus di seluruh negeri. Aparat keamanan dilaporkan menindak keras demonstran, menewaskan sedikitnya 23 orang dan menahan ratusan lainnya.
Sepak Bola dan Rezim: Hubungan yang Rumit
Keterkaitan politik dengan sepak bola terlihat jelas dalam struktur FVF.
Wakil presiden senior FVF, Pedro Infante, adalah mantan menteri olahraga sekaligus politikus yang berafiliasi dengan Maduro.
Baca Juga: Mendunia, Spesifikasi Pesawat 'Buatan Indonesia' yang Dipakai AS dalam Operasi Senyap di Venezuela
Di level klub, situasinya tak kalah kontroversial. Universidad Central de Venezuela FC (UCV FC) dipimpin Alexander Granko Arteaga, kepala badan kontraintelijen militer Venezuela (DGCIM), yang berada di bawah sanksi Amerika Serikat dan diselidiki PBB atas dugaan pelanggaran HAM berat.
Bahkan, intervensi rezim juga terjadi di level internasional.
Usai Venezuela mengalahkan Bolivia 2–0 pada Juni lalu, pemerintah Maduro sempat menahan pesawat tim Bolivia di Bandara Maturín tanpa penjelasan jelas, memicu kemarahan publik Bolivia.
Di tengah politisasi sepak bola oleh rezim, sikap berbeda ditunjukkan tokoh oposisi María Corina Machado.
Peraih Nobel Perdamaian itu secara konsisten mendukung Vinotinto sebagai simbol kebanggaan nasional, bukan alat propaganda.
Machado menegaskan bahwa tim nasional milik seluruh rakyat Venezuela, bukan satu rezim atau kelompok politik. Bahkan dalam kekalahan, ia menggaungkan pesan solidaritas dan persatuan.
Berita Terkait
-
Mendunia, Spesifikasi Pesawat 'Buatan Indonesia' yang Dipakai AS dalam Operasi Senyap di Venezuela
-
AS Serang Venezuela, 40 Orang Tewas dan Presiden Maduro Ditangkap
-
Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Tidak Lama Setelah Serangan AS ke Venezuela
-
Trump Sebut AS Bakal 'Keruk' Minyak Venezuela Usai Tangkap Presiden Maduro
-
Trump Ancam 'Serang' Kuba Usai AS Tangkap Presiden Venezuela
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan, Turnamen Sepak Bola di Kabupaten Tangerang Sukses Digelar
-
Pemprov DKI Kaji Usulan Penghapusan Jalur Sepeda di Jakarta
-
Rektor Unsoed Jadi Tersangka KPK, Kemdiktisaintek Tunjuk Ali Rokhman sebagai Plt
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung
-
Viral 4 Kementerian Alokasikan Dana Rp4,1 Miliar untuk Pengadaan Mobil Golf
-
Beli Sepatu ANTA Dapat Diskon Ratusan Ribu dari BRI, Cek Caranya di Sini!
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah