- Manchester United memecat manajer kepala Ruben Amorim setelah kritik terbuka terhadap manajemen pasca hasil imbang kontra Leeds United.
- Keputusan pemecatan diumumkan pada Senin pagi di Carrington, mengakhiri masa kepelatihan yang penuh ketidakstabilan sejak November 2024.
- Darren Fletcher, pelatih U-18, ditunjuk sebagai manajer sementara untuk pertandingan Manchester United berikutnya melawan Burnley pada Rabu.
Suara.com - Manchester United secara mengejutkan memutuskan hubungan dengan Ruben Amorim sebagai manajer kepala, hanya beberapa jam setelah pelatih asal Portugal itu melontarkan kritik terbuka terhadap manajemen klub usai hasil imbang kontra Leeds United.
Keputusan tersebut diumumkan pada Senin pagi di Carrington, dan para pemain senior Manchester United juga diberitahu.
Masa kepelatihan Ruben Amorim diwarnai ketidakstabilan dan menjadi periode terburuk klub dalam lebih dari setengah abad, termasuk gagal tampil di kompetisi Eropa untuk hanya kedua kalinya dalam 35 tahun terakhir. Saat ini, United berada di posisi keenam Premier League.
"Ruben Amorim telah meninggalkan perannya sebagai manajer kepala Manchester United. Ruben ditunjuk pada November 2024 dan membawa tim ke Final UEFA Europa League di Bilbao pada Mei. Dengan United berada di posisi keenam Premier League, manajemen klub dengan berat hati memutuskan ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan," tulis pernyataan resmi klub.
Dalam laga berikutnya menghadapi Burnley pada Rabu, klub menunjuk mantan gelandang United sekaligus pelatih U-18, Darren Fletcher, sebagai manajer sementara.
Ruben Amorim Kritik Terbuka Petinggi Klub
Sebelumnya, Ruben Amorim membuat pernyataan kontroversial usai anak asuhnya hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan Leeds United
Pernyataan kontroversial itu menurut laporan sejumlah media Inggris, mirip-mirip dengan Enzo Maresca sebelum dipecat oleh manajemen Chelsea di awal tahun baru 2026.
Ruben Amorim secara terbuka menegaskan bahwa dirinya datang ke Old Trafford sebagai manajer penuh, bukan sekadar pelatih lapangan atau head coach seperti yang selama ini dilekatkan kepadanya sejak diperkenalkan klub pada November 2024.
Baca Juga: Breaking News! Manchester United Pecat Ruben Amorim
“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan hanya pelatih Manchester United. Itu sangat jelas,” ujar Amorim dilansir dari Metro.uk
Pernyataan dari Amorim ini diartikan oleh media Inggris sebagai luapan emosi pelatih Portugal itu dan jadi indikasi konfrontasi terbuka kepada petinggi klub.
Ia menambahkan bahwa meski namanya tidak sebesar Thomas Tuchel, Antonio Conte, atau Jose Mourinho, statusnya tetap sama sebagai manajer klub.
“Saya tahu nama saya bukan Tuchel, Conte, atau Mourinho. Tapi saya adalah manajer Manchester United. Dan itu akan berlangsung selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan untuk mengganti saya,” tegasnya.
Amorim juga menepis spekulasi bahwa dirinya akan mengundurkan diri akibat tekanan internal.
Ia menegaskan akan tetap menjalankan tugas sesuai kontrak, sembari menyiratkan bahwa masa depannya sepenuhnya berada di tangan manajemen.
Berita Terkait
-
Breaking News! Manchester United Pecat Ruben Amorim
-
CEO Brighton Tutup Peluang Transfer Carlos Baleba ke Manchester United
-
Ruben Amorim The Next Enzo Maresca? Terang-terangan Lawan Petinggi Klub
-
Alarm di Anfield! Hugo Ekitike Terancam Absen Lawan Arsenal, Arne Slot Buka Suara
-
Owen Sebut Ayden Heaven Biang Kerok Manchester United Cuma Raih Satu Poin
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Kylian Mbappe Dijuluki 'Mobut' di Timnas Prancis, Apa Artinya?
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Persija dan Persib Sumbang Paling Banyak
-
Wasit Argentina Pimpin Perancis vs Maroko, Les Bleus Tak Gentar Lawan Keputusan FIFA
-
Wasit Final Piala Dunia 2022 Bongkar Kesalahan VAR Anulir Gol Mesir ke Gawang Argentina
-
FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina
-
Granit Xhaka Tak Takut Hadapi Lionel Messi, Swiss Siap Ukir Sejarah Kontra Argentina
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?
-
Lengkap! Daftar 8 Tim dan Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Kembali Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026