- Manchester United memecat Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026) setelah hasil imbang dan pernyataan kerasnya kepada petinggi klub.
- Xavi Hernandez, mantan pelatih Barcelona tanpa klub, kini menjadi kandidat kuat manajer baru Old Trafford.
- Koneksi lama Xavi dengan CEO Omar Berrada dan keinginannya akan proyek jangka panjang membuka peluang reuni ini.
Suara.com - Manchester United bergerak mencari manajer baru usai resmi memecat Ruben Amorim. Salah satu nama pelatih yang dirumorkan merapat ke Old Trafford ialah Xavi Hernandes.
Mantan pelatih Barcelona itu bahkan telah menyampaikan sinyal positif yang dianggap sebagai kabar baik bagi Setan Merah.
Xavi saat ini berstatus tanpa klub sejak meninggalkan Barcelona pada 2024.
Pelatih asal Spanyol berusia 45 tahun itu sebelumnya juga sempat masuk radar Manchester United, dan kini peluang reuni kembali terbuka setelah Amorim angkat kaki dari Old Trafford.
Pemecatan Amorim dikonfirmasi klub pada Senin (5/1/2026), kurang dari 24 jam setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United.
Namun, bukan hanya hasil pertandingan yang menjadi pemicu.
Pernyataan keras Amorim di hadapan media, yang menyinggung sejumlah petinggi klub karena dianggap tidak fokus pada tugasnya masing-masing, diyakini menjadi titik balik keputusan manajemen.
Xavi diketahui memiliki hubungan lama dengan CEO Manchester United, Omar Berrada, sejak keduanya berada di Barcelona sebelum Berrada hengkang pada 2011.
Faktor inilah yang membuat peluang Xavi ke Old Trafford kembali terbuka lebar.
Baca Juga: Kapten Machester United Cuma Tulis 9 Kata untuk Kepergian Ruben Amorim
Dalam wawancara dengan The Athletic tahun lalu, Xavi secara terbuka mengungkap ketertarikannya melatih di Inggris.
“Tentu saja. Di mana, saya belum tahu,” ujar Xavi.
“Tidak ada urgensi, tapi saya ingin proyek yang bagus. Proyek jangka panjang, mungkin empat tahun, untuk membangun tim.”
Ia menambahkan, atmosfer sepak bola Inggris menjadi daya tarik utama.
“Saya ingin bekerja di Premier League karena saya menyukai passion di sana. Di Spanyol, semuanya terlalu bergantung pada hasil. Melatih tim nasional juga menarik, karena sejak dulu saya bermimpi berada di Piala Dunia atau Euro,” katanya.
Manchester United sendiri disebut sejatinya berkomitmen pada visi jangka panjang, meski sebagian petinggi klub mulai jengah dengan sikap Amorim yang kaku dalam mempertahankan pendekatan taktiknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
Pilihan
Terkini
-
Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Bruno Paraiba dan Jefferson Silva Perkuat Lini Serang
-
Nasib Apes Marc Ter Stegen Jelang Piala Super Spanyol, Angkat Koper Pulang Lebih Awal
-
Ruben Amorim Pergi dengan Senyum, Asisten Ungkap Kisah di Balik Pemecatan Manchester United
-
Striker Juventus: John Herdman Pelatih yang Bisa Mengubah Batu Jadi Berlian
-
Bersinar di Barcelona, Joan Garcia Bicara Realistis soal Jadi Kiper Nomor 1 Spanyol
-
Prediksi Skor Manchester City vs Brighton: The Citizens Incar Poin Penuh
-
Persib Bandung vs Persija, Suporter Tamu Dilarang Hadir di Stadion GBLA
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Deretan Penghargaan Punya John Herdman Sebelum Tangani Timnas Indonesia
-
Kesaksian dari Ruang Analisis: John Herdman Bunglon Taktik yang Sulit Ditebak Lawan