-
Inter Milan menang tipis 1-0 atas Lecce berkat gol tunggal Francesco Pio Esposito.
-
Nerazzurri kini memimpin klasemen dengan keunggulan enam poin di atas AC Milan.
-
Lecce terancam masuk zona degradasi setelah gagal meraih poin di Giuseppe Meazza.
Suara.com - Stadion Giuseppe Meazza menjadi saksi bisu keunggulan tipis skuad asuhan Simone Inzaghi dalam laga tunda pekan ke-16.
Inter Milan berhasil mengamankan poin penuh saat menjamu tim papan bawah Lecce pada Rabu waktu setempat.
Pertandingan ini berakhir dengan skor 1-0 yang cukup untuk memperlebar jarak di tabel klasemen sementara.
Dominasi tuan rumah terlihat sejak peluit awal dibunyikan namun penyelesaian akhir menjadi tantangan besar malam itu.
Francesco Pio Esposito muncul sebagai sosok pembeda yang memastikan kemenangan bagi tim berjuluk Nerazzurri tersebut.
Berdasarkan catatan Serie A, gol tunggal kemenangan tersebut baru tercipta ketika pertandingan memasuki menit ke-78.
Kemenangan krusial ini membuat posisi Inter Milan semakin tidak tergoyahkan di urutan pertama klasemen Liga Italia.
Saat ini Inter telah mengumpulkan 46 poin dari total 20 pertandingan yang sudah mereka jalani.
Selisih angka dengan rival sekota yakni AC Milan kini merentang hingga enam poin di posisi kedua.
Baca Juga: Klasemen Liga Italia Memanas Juventus Geser Napoli dan AS Roma Usai Menang Telak Lawan Cremonese
Kondisi sebaliknya menimpa Lecce yang masih tertahan di peringkat ke-17 dengan raihan 17 poin saja.
Lecce kini berada dalam bayang-bayang zona merah karena hanya unggul tiga angka dari zona degradasi.
Sejak babak pertama dimulai, tuan rumah langsung menerapkan pola permainan ofensif untuk menekan pertahanan lawan.
Peluang emas pertama lahir di menit keenam melalui sepakan keras yang dilepaskan oleh Ange-Yoan Bonny.
Namun upaya tersebut gagal membuahkan hasil karena kesigapan kiper Lecce bernama Wladimiro Falcone dalam memblok bola.
Inter Milan terus mencoba membongkar pertahanan rapat tamu mereka namun skor kacamata bertahan hingga jeda.
Memasuki paruh kedua tepatnya menit ke-51, sundulan Nicolo Barella hampir saja memecah kebuntuan tim tuan rumah.
Lagi-lagi Wladimiro Falcone tampil sangat impresif dengan melakukan penyelamatan gemilang di bawah mistar gawang.
Lecce yang terus ditekan sempat mencuri kesempatan melalui aksi individu yang dilakukan oleh Antonino Gallo.
Beruntung bagi Inter, kiper Yann Sommer masih cukup waspada untuk menggagalkan tembakan yang dilepaskan Gallo tersebut.
Tekanan demi tekanan terus dialirkan Inter Milan melalui pergerakan lincah striker andalan mereka Lautaro Martinez.
Lautaro Martinez sempat melepaskan tembakan berbahaya yang sebenarnya mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper lawan.
Namun bola liar atau rebound hasil tepisan Falcone justru jatuh tepat di hadapan kaki Francesco Pio Esposito.
Tanpa membuang kesempatan, Pio Esposito langsung menyambar bola tersebut dan merobek jala gawang tim tamu.
Gol pada menit ke-78 itu langsung mengubah kedudukan menjadi 1-0 dan membangkitkan gemuruh pendukung di stadion.
Pio Esposito nyatanya hampir menambah koleksi golnya beberapa menit kemudian melalui skema serangan balik yang cepat.
Sayangnya akurasi tembakan kedua dari pemain muda tersebut masih melenceng tipis di sisi gawang tim Lecce.
Meskipun sudah unggul, Inter Milan sama sekali tidak menurunkan tempo permainan mereka hingga pengujung laga usai.
Beberapa upaya tambahan dilakukan untuk menggandakan keunggulan namun pertahanan Lecce kini tampil lebih disiplin.
Lecce sendiri kesulitan mengembangkan permainan karena dominasi penguasaan bola yang sangat mutlak milik tim tuan rumah.
Hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta dalam laga penuh drama ini.
Skor 1-0 untuk keunggulan Inter Milan tetap bertahan dan memastikan tiga poin aman di kantong mereka.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Inter untuk menjaga konsistensi dalam perburuan gelar juara liga musim ini.
Sementara itu, Lecce harus segera berbenah jika tidak ingin terperosok lebih dalam ke zona degradasi musim depan.
Kualitas lini serang Inter menjadi kunci meskipun penyelesaian akhir sempat terhambat oleh performa apik kiper lawan.
Stadion Giuseppe Meazza sekali lagi terbukti menjadi benteng yang angker bagi tim-tim tamu di Liga Italia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Drama VAR Batalkan Gol Scott McTominay Saat Napoli Ditahan Imbang Parma Tanpa Gol di Maradona
-
Klasemen Bundesliga Terbaru: Hoffenheim Masuk Lima Besar Usai Bantai Kevin Diks cs
-
Hasil Liga Jerman: Bayern Muenchen Hajar Koln 3-1 Lewat Aksi Kim Min-jae dan Serge Gnarby
-
Hasil Chelsea vs Arsenal: Meriam London Menang Tipis 3-2 di Semifinal Piala Liga Inggris
-
Jordi Cruyff Lagi Sibuk Cari Pelatih Baru untuk Ajax, Patrick Kluivert Masih Nganggur
-
2 Hal Menarik dari Rumor Kelme Jadi Brand Apparel Baru Timnas Indonesia
-
Timnas Indonesia vs Bulgaria: Ole Romeny Bakal Lawan Rekan Setimnya
-
Kondisi Terbaru Mees Hilgers: Nasib Ada di Tangan Erik Ten Hag
-
Tak Dipakai Mikel Arteta, Bek Arsenal Rp1 Triliun Berpotensi Hijrah ke Liverpool
-
Prediksi Semifinal Piala Liga Inggris Chelsea vs Arsenal: Rekor Buruk The Blues di Kandang Sendiri