-
Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey usai kalah dari tim divisi dua Albacete.
-
Alvaro Arbeloa resmi menggantikan Xabi Alonso namun gagal memberikan kemenangan pada laga debutnya.
-
Pelatih menegaskan absennya Mbappe dan Bellingham bukan alasan utama kekalahan tragis tim Madrid.
Suara.com - Masa kepemimpinan Alvaro Arbeloa di kursi kepelatihan Real Madrid dimulai dengan sebuah catatan yang sangat kelam.
Laga perdana sang pelatih baru justru berujung pada hasil yang tidak terduga oleh para pendukung setia.
Setelah mengambil alih posisi dari Xabi Alonso, Arbeloa langsung dihadapkan pada kenyataan pahit di lapangan hijau.
Skuad Los Blancos dipaksa menyerah oleh Albacete yang merupakan tim dari kasta kedua kompetisi Spanyol.
Kekalahan ini terjadi pada fase krusial babak 16 besar turnamen bergengsi domestik, Copa del Rey.
Hasil minor di Stadion Carlos Belmonte ini memastikan langkah Madrid terhenti sepenuhnya dalam perebutan trofi tersebut.
Arbeloa secara terbuka menyampaikan rasa kecewanya atas performa tim yang gagal mempertahankan nama besar klub.
Ia menyadari bahwa setiap hasil selain kemenangan merupakan sebuah kemunduran besar bagi organisasi sebesar Madrid.
"Di klub ini skor seri saja adalah hasil buruk, sebuah tragedi. Ini menyakitkan dan saya yakin semua fans kami merasa terluka. Kami tahu kesulitan yang kami hadapi. Saya bertanggung jawab dan saya yang bersalah. Saya hanya bisa berterima kasih kepada pemain, dan menjalani pemulihan untuk pertandingan hari Sabtu," ucap Arbeloa dikutip dari Diario AS.
Baca Juga: Terungkap Umpatan Xabi Alonso ke Pemain Real Madrid Sebelum Dipecat, Mbappe Jadi Biang Kerok
Arsitek lapangan hijau ini kini fokus sepenuhnya untuk menatap laga lanjutan di kompetisi Liga Spanyol.
Fokus tim kini segera dialihkan untuk menghadapi tantangan berikutnya saat melawan Levante akhir pekan nanti.
Meskipun mendapat tekanan hebat, mantan pemain bertahan Madrid ini menolak untuk merasa terpuruk terlalu dalam.
Ia memandang hasil negatif ini sebagai bagian dari proses panjang menuju kematangan sebuah tim sepak bola.
Bagi Arbeloa, tekanan di klub sebesar Real Madrid adalah hal yang sudah biasa ia rasakan.
"Seperti yang saya bilang dalam konferensi pers kemarin, saya tidak takut dengan kegagalan. Saya paham ada yang menganggap kekalahan ini sebagai kegagalan. Kegagalan adalah jalan menuju sukses. Ini akan membuat saya lebih baik lagi."
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Jadi Korban Paspoortgate, Nathan Tjoe-A-On Anggap NAC Breda Terlalu Membesarkan Masalah
-
Arteta Gerah Terus Dikritik, Minta Fans Arsenal Nikmati Proses
-
Ngeri! Wasit Ditembak saat Pimpin Pertandingan Tarkam, Pelaku Buron
-
Kerja Sama PSSI dan FFF, Timnas Putri Indonesia U-17 akan Ditempa di Prancis
-
Real Madrid Tersingkir, Jude Bellingham: Kartu Merah Camavinga Itu Lelucon!
-
Simon Grayson Ungkap Alasan Rela Jadi Asisten Pelatih John Herdman di Timnas Indonesia
-
Polemik Paspoortgate, NAC Breda Tak Terima dan Resmi Bawa Kasus Dean James ke Pengadilan
-
Derbi Jatim Arema FC vs Persebaya Surabaya Terancam Batal di Kanjuruhan
-
Adu Gacor Striker Lokal Super League: Eksel Runtukahu Bersaing Ketat dengan Ezra Walian
-
Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Meski Imbang, Declan Rice Tak Pedulikan Kritik Pedas