-
Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey usai kalah dari tim divisi dua Albacete.
-
Alvaro Arbeloa resmi menggantikan Xabi Alonso namun gagal memberikan kemenangan pada laga debutnya.
-
Pelatih menegaskan absennya Mbappe dan Bellingham bukan alasan utama kekalahan tragis tim Madrid.
Arbeloa percaya bahwa setiap kejatuhan akan memberikan pelajaran berharga bagi dirinya dan juga seluruh pemain.
Ia tidak ingin timnya kehilangan kepercayaan diri hanya karena satu hasil buruk di kompetisi piala.
Pengalaman hidupnya di dunia sepak bola telah mengajarkannya cara bangkit dari situasi yang jauh lebih sulit.
"Ini akan membuat kami lebih baik lagi. Saya tidak takut dengan kegagalan. Saya sudah sering menghadapi kegagalan, bahkan yang lebih kacau dari kondisi saat ini. Yang terpenting adalah mempersiapkan tim untuk pertandingan selanjutnya," kata Arbeloa.
Visi utamanya sekarang adalah memastikan para pemain siap secara mental menghadapi jadwal padat yang menanti.
Sorotan tajam tertuju pada keputusan Arbeloa yang tidak menyertakan beberapa pemain bintang utama dalam laga tersebut.
Dua pilar penting, Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, diketahui tidak dibawa dalam perjalanan menuju markas Albacete.
Meski kehilangan dua sosok kunci tersebut, sang pelatih enggan menjadikannya sebagai pembelaan atas kekalahan timnya.
Ia tetap percaya pada kapabilitas para pemain yang diturunkan dalam pertandingan babak 16 besar tersebut.
Baca Juga: Terungkap Umpatan Xabi Alonso ke Pemain Real Madrid Sebelum Dipecat, Mbappe Jadi Biang Kerok
"I yakin daftar pemain yang saya bawa adalah benar. Pemain-pemain yang ada membuat sebuah tim yang hebat. Saya punya pemain yang bagus berisi pemain-pemain bertalenta dan bisa jadi pembeda," tukasnya.
Strategi yang diterapkan Arbeloa pada laga debutnya kini menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran manajemen.
Kekalahan dari tim divisi dua dianggap sebagai tamparan keras bagi kedalaman skuad yang dimiliki Madrid saat ini.
Fans kini menanti perubahan nyata yang akan dibawa Arbeloa pada pertandingan-pertandingan mendatang untuk menebus kegagalan ini.
Upaya pemulihan fisik dan taktik menjadi agenda utama dalam sesi latihan tertutup menjelang hari Sabtu.
Kemenangan melawan Levante menjadi harga mati untuk mengembalikan stabilitas internal serta kepercayaan publik Madridista.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Kerja Sama PSSI dan FFF, Timnas Putri Indonesia U-17 akan Ditempa di Prancis
-
Real Madrid Tersingkir, Jude Bellingham: Kartu Merah Camavinga Itu Lelucon!
-
Simon Grayson Ungkap Alasan Rela Jadi Asisten Pelatih John Herdman di Timnas Indonesia
-
Polemik Paspoortgate, NAC Breda Tak Terima dan Resmi Bawa Kasus Dean James ke Pengadilan
-
Derbi Jatim Arema FC vs Persebaya Surabaya Terancam Batal di Kanjuruhan
-
Adu Gacor Striker Lokal Super League: Eksel Runtukahu Bersaing Ketat dengan Ezra Walian
-
Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Meski Imbang, Declan Rice Tak Pedulikan Kritik Pedas
-
Jadwal Semifinal Liga Champions 2025/2026: PSG vs Bayern Munich, Atletico Madrid Tantang Arsenal
-
Bojan Hodak Bangga Beckham Putra Nugraha Raih Gelar Sarjana
-
Ukir Sejarah, Ini Kata Mikel Arteta Usai Arsenal Lolos Semifinal Liga Champions Dua Musim Beruntun