Bola / Liga Spanyol
Kamis, 15 Januari 2026 | 08:59 WIB
Alvaro Arbeloa (IG Alvaro Arbeloa)
Baca 10 detik
  • Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey usai kalah dari tim divisi dua Albacete.

  • Alvaro Arbeloa resmi menggantikan Xabi Alonso namun gagal memberikan kemenangan pada laga debutnya.

  • Pelatih menegaskan absennya Mbappe dan Bellingham bukan alasan utama kekalahan tragis tim Madrid.

Suara.com - Masa kepemimpinan Alvaro Arbeloa di kursi kepelatihan Real Madrid dimulai dengan sebuah catatan yang sangat kelam.

Laga perdana sang pelatih baru justru berujung pada hasil yang tidak terduga oleh para pendukung setia.

Setelah mengambil alih posisi dari Xabi Alonso, Arbeloa langsung dihadapkan pada kenyataan pahit di lapangan hijau.

Skuad Los Blancos dipaksa menyerah oleh Albacete yang merupakan tim dari kasta kedua kompetisi Spanyol.

Kekalahan ini terjadi pada fase krusial babak 16 besar turnamen bergengsi domestik, Copa del Rey.

Hasil minor di Stadion Carlos Belmonte ini memastikan langkah Madrid terhenti sepenuhnya dalam perebutan trofi tersebut.

Arbeloa secara terbuka menyampaikan rasa kecewanya atas performa tim yang gagal mempertahankan nama besar klub.

Ia menyadari bahwa setiap hasil selain kemenangan merupakan sebuah kemunduran besar bagi organisasi sebesar Madrid.

"Di klub ini skor seri saja adalah hasil buruk, sebuah tragedi. Ini menyakitkan dan saya yakin semua fans kami merasa terluka. Kami tahu kesulitan yang kami hadapi. Saya bertanggung jawab dan saya yang bersalah. Saya hanya bisa berterima kasih kepada pemain, dan menjalani pemulihan untuk pertandingan hari Sabtu," ucap Arbeloa dikutip dari Diario AS.

Baca Juga: Terungkap Umpatan Xabi Alonso ke Pemain Real Madrid Sebelum Dipecat, Mbappe Jadi Biang Kerok

Arsitek lapangan hijau ini kini fokus sepenuhnya untuk menatap laga lanjutan di kompetisi Liga Spanyol.

Fokus tim kini segera dialihkan untuk menghadapi tantangan berikutnya saat melawan Levante akhir pekan nanti.

Meskipun mendapat tekanan hebat, mantan pemain bertahan Madrid ini menolak untuk merasa terpuruk terlalu dalam.

Ia memandang hasil negatif ini sebagai bagian dari proses panjang menuju kematangan sebuah tim sepak bola.

Bagi Arbeloa, tekanan di klub sebesar Real Madrid adalah hal yang sudah biasa ia rasakan.

"Seperti yang saya bilang dalam konferensi pers kemarin, saya tidak takut dengan kegagalan. Saya paham ada yang menganggap kekalahan ini sebagai kegagalan. Kegagalan adalah jalan menuju sukses. Ini akan membuat saya lebih baik lagi."

Arbeloa percaya bahwa setiap kejatuhan akan memberikan pelajaran berharga bagi dirinya dan juga seluruh pemain.

Ia tidak ingin timnya kehilangan kepercayaan diri hanya karena satu hasil buruk di kompetisi piala.

Pengalaman hidupnya di dunia sepak bola telah mengajarkannya cara bangkit dari situasi yang jauh lebih sulit.

"Ini akan membuat kami lebih baik lagi. Saya tidak takut dengan kegagalan. Saya sudah sering menghadapi kegagalan, bahkan yang lebih kacau dari kondisi saat ini. Yang terpenting adalah mempersiapkan tim untuk pertandingan selanjutnya," kata Arbeloa.

Visi utamanya sekarang adalah memastikan para pemain siap secara mental menghadapi jadwal padat yang menanti.

Sorotan tajam tertuju pada keputusan Arbeloa yang tidak menyertakan beberapa pemain bintang utama dalam laga tersebut.

Dua pilar penting, Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, diketahui tidak dibawa dalam perjalanan menuju markas Albacete.

Meski kehilangan dua sosok kunci tersebut, sang pelatih enggan menjadikannya sebagai pembelaan atas kekalahan timnya.

Ia tetap percaya pada kapabilitas para pemain yang diturunkan dalam pertandingan babak 16 besar tersebut.

"I yakin daftar pemain yang saya bawa adalah benar. Pemain-pemain yang ada membuat sebuah tim yang hebat. Saya punya pemain yang bagus berisi pemain-pemain bertalenta dan bisa jadi pembeda," tukasnya.

Strategi yang diterapkan Arbeloa pada laga debutnya kini menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran manajemen.

Kekalahan dari tim divisi dua dianggap sebagai tamparan keras bagi kedalaman skuad yang dimiliki Madrid saat ini.

Fans kini menanti perubahan nyata yang akan dibawa Arbeloa pada pertandingan-pertandingan mendatang untuk menebus kegagalan ini.

Upaya pemulihan fisik dan taktik menjadi agenda utama dalam sesi latihan tertutup menjelang hari Sabtu.

Kemenangan melawan Levante menjadi harga mati untuk mengembalikan stabilitas internal serta kepercayaan publik Madridista.

Perjalanan Arbeloa sebagai pengganti Xabi Alonso memang dimulai dengan keraguan besar dari berbagai pihak media.

Namun, semangat juang yang ia tunjukkan dalam konferensi pers memberikan sedikit harapan akan adanya perbaikan performa.

Manajemen klub kabarnya masih memberikan dukungan penuh meskipun hasil di Copa del Rey sangat mengecewakan.

Dunia akan melihat bagaimana tangan dingin Arbeloa meracik strategi tanpa bergantung sepenuhnya pada sosok Mbappe.

Tantangan sesungguhnya bagi Real Madrid musim ini baru saja dimulai dengan ujian mental yang berat.

Load More