Bola / Liga Italia
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:13 WIB
Inter Milan. (Dok. Inter)
Baca 10 detik
  • Inter Milan menjadi juara paruh musim Serie A setelah menang 1-0 atas Lecce di Giuseppe Meazza.
  • Pelatih Cristian Chivu menekankan gelar paruh musim tidak berarti tanpa meraih Scudetto pada akhir Mei.
  • Kemenangan diraih melalui gol Francesco Pio Esposito pada menit ke-78 dalam laga yang sulit.

Suara.com - Inter Milan memastikan diri sebagai juara paruh musim alias Campione d'Inverno Serie A Italia usai menaklukkan Lecce 1-0 pada laga tunda pekan ke-16 di Stadion Giuseppe Meazza.

Meski kini memimpin klasemen sementara dengan keunggulan enam poin atas Napoli, pelatih Inter Cristian Chivu menegaskan pencapaian tersebut belum berarti apa-apa jika tak berujung gelar di akhir musim.

“Gelar juara paruh musim tidak berarti apa pun. Yang terpenting adalah berada di posisi teratas pada bulan Mei,” tegas Chivu dilansir dari Football Italia.

Ia juga mengingatkan bahwa perburuan Scudetto musim ini akan berlangsung sengit.

“Ini akan menjadi pertarungan sampai akhir untuk setiap poin,” tambahnya.

Inter sejatinya mendapat peluang emas untuk menjauh setelah Napoli ditahan imbang Parma 0-0. Namun, kemenangan atas Lecce tidak datang mudah.

Sempat mendapat penalti yang kemudian dibatalkan VAR, Nerazzurri baru memecah kebuntuan pada menit ke-78 lewat Francesco Pio Esposito, yang memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Lautaro Martinez.

Chivu terlihat emosional merayakan gol tersebut, hubungannya dengan Pio Esposito memang istimewa.

“Saya ingat dia saat masih berusia tujuh tahun. Kami tumbuh bersama. Dia pernah menjadi kapten saya di Inter Primavera,” ujar Chivu kepada DAZN Italia.

Baca Juga: Hasil Inter Milan vs Lecce Liga Italia Skor 1-0: Francesco Pio Esposito Jadi Pahlawan Nerazzurri

“Saya sangat bahagia untuknya dan untuk tim, karena ini pertandingan yang sangat rumit.”

Pelatih asal Rumania itu mengakui performa Inter di babak pertama jauh dari memuaskan.

Faktor kelelahan setelah duel intens melawan Napoli beberapa hari sebelumnya disebut menjadi penyebab.

“Bermain lagi 72 jam setelah laga berat itu sangat sulit. Tapi tim ini punya sikap yang tepat, percaya sampai akhir, dan menunjukkan hati untuk meraih kemenangan,” jelasnya.

Keputusan Chivu memberi pemain satu hari libur jelang laga juga menjadi sorotan. Namun ia tak merasa perlu membela diri.

“Mungkin justru kami menang karena libur itu,” katanya.

Load More