-
Lima terdakwa kerusuhan laga Galatasaray vs Fenerbahce divonis hukuman satu tahun empat bulan penjara.
-
Jayden Oosterwolde dan Mert Hakan Yandas mendapatkan keringanan berupa penundaan hukuman masa percobaan.
-
Fenerbahce melaporkan anggota dewan Galatasaray atas dugaan perekaman ilegal selama proses sidang elektronik.
Langkah hukum ini diambil untuk memberikan efek jera tanpa harus langsung menghentikan karier profesional atlet.
Para pemain diwajibkan untuk patuh terhadap segala ketentuan hukum yang berlaku di bawah pengawasan otoritas.
Selama periode pengawasan ini integritas dan perilaku para terdakwa akan terus dipantau secara rutin dan berkala.
Fenerbahce sebagai klub yang menaungi para pemain tersebut turut memberikan respons cepat terhadap dinamika hukum ini.
Mereka mengeluarkan pernyataan resmi yang menyoroti adanya dugaan kejanggalan dalam proses persidangan elektronik yang berlangsung.
Pihak manajemen Fenerbahce menyoroti tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh salah satu anggota dewan Galatasaray.
Nama Timur Kuban muncul sebagai sosok yang diduga melakukan perekaman ilegal melalui perangkat telepon genggam pribadinya.
Aksi pengambilan gambar tersebut dilakukan saat Mert Hakan sedang memberikan keterangan secara virtual kepada majelis hakim.
Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran privasi dan etika persidangan yang seharusnya dijaga kerahasiaannya oleh semua pihak.
Baca Juga: Pemain Keturunan Indonesia Jayden Oosterwolde Divonis Penjara 1 Tahun 4 Bulan
Pihak klub merasa bahwa proses hukum telah dinodai oleh tindakan provokatif yang dilakukan secara terencana tersebut.
Pihak manajemen menekankan bahwa kehormatan institusi peradilan tidak boleh dikalahkan oleh fanatisme buta pendukung bola.
“Hukum tidak dapat dilanggar dengan refleks tribune atau loyalitas kelompok tertentu. Tindakan ini mencederai keseriusan proses peradilan dan nilai-nilai dasar olahraga,” demikian pernyataan resmi klub.
Klub yang sering disebut sebagai Sari-Lacivertliler ini menegaskan tidak akan tinggal diam atas insiden perekaman tersebut.
Barang bukti berupa ponsel yang digunakan untuk merekam dilaporkan telah disita dan dibuatkan berita acara resmi.
Kini berkas penyelidikan terkait tindakan ilegal Timur Kuban telah diserahkan sepenuhnya kepada Kejaksaan Umum Istanbul.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
11 Laga Tak Terkalahkan, Carrick Haramkan Pemain Manchester United Lakukan Hal Ini
-
Ricuh Copa Del Rey! Polisi Dituding Membiarkan Bus Atletico Madrid Diserang Ultras Barcelona
-
Persija Buka Suara Dituding Berbuat Macam-macam, Panpel Bantah Diskriminasi ke Borneo FC
-
Akhirnya Mauro Zijlstra Tumbang
-
Cerita Pemain Keturunan Bikin Cristiano Ronaldo Naik Pitam Gegara Hal Sepele
-
Prediksi Timnas Indonesia Bakal Main di Stadion Mana di Piala Asia 2027
-
Buntut Kekalahan Memalukan Liverpool, Arne Slot Didesak Tendang Cody Gakpo
-
Bung Ropan Puji Kualitas Jay Idzes yang Tak Tergantikan di Italia Sebelum Bela Timnas Indonesia
-
Usai Lawan Persebaya, Umuh Muchtar Minta Big Match BRI Super League Dipimpin Wasit Asing
-
Donald Trump Tak Peduli Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026