- Suporter Real Madrid meluapkan kemarahan kepada Florentino Pérez meski tim menang atas Levante
- Chant “Florentino, dimisión” menggema dan menandai momen langka di Santiago Bernabéu
- Pemecatan Xabi Alonso dan minimnya komunikasi klub memicu krisis kepercayaan fans
Suara.com - Suasana panas menyelimuti Santiago Bernabéu saat Real Madrid menjamu Levante pada jornada ke-20 LaLiga. Meski Los Blancos meraih kemenangan, kemarahan suporter justru menjadi sorotan utama.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar publik Bernabeu secara terbuka meneriakkan tuntutan mundur kepada Presiden Florentino Pérez, sebagai bentuk kekecewaan terhadap arah klub.
Chant “Florentino, dimisión” menggema dari tribun dan menjadi simbol protes keras atas manajemen klub yang dinilai gagal dalam beberapa waktu terakhir.
Pengamat Cadena SER menggambarkan atmosfer laga tersebut sebagai “iklim yang sangat keras dan bersejarah”
Meski Madrid menang, permainan kembali memperlihatkan masalah klasik dalam membangun serangan. Vinicius Junior dan Jude Bellingham menjadi sasaran kritik, dengan Vinicius menerima siulan paling keras dari publik Bernabéu.
Namun, menurut analis, kemarahan fans bukan semata karena performa di lapangan. Pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih menjadi pemicu utama yang mengarahkan amarah suporter ke jajaran direksi klub.
“Ini bukan soal kalah atau bermain buruk. Fans merasa proyek klub gagal dan manajemen tidak transparan,” ungkap Antón Meana.
Jurnalis senior Tomás Roncero menyebut situasi ini sebagai sesuatu yang jarang terjadi.
“Biasanya Bernabéu cenderung jinak terhadap presiden. Tapi kali ini terlihat jelas kelelahan dan kejenuhan suporter,” ujarnya.
Baca Juga: Real Madrid Masih Mending, Ini Cerita Chelsea Dipermalukan Tim Gurem di Rumah Sendiri
Sejumlah analis menilai keputusan klub memecat pelatih tanpa penjelasan yang jelas telah memperparah krisis.
“Ada krisis besar di Real Madrid dan presidennya tidak pernah tampil memberi klarifikasi,” tegas Marcos López.
Selain manajemen, perilaku beberapa pemain juga menjadi sorotan.
Kritik tajam diarahkan pada Vinicius Junior, yang bahkan tertangkap kamera menangis di lorong menuju ruang ganti akibat tekanan dari publik sendiri.
Menurut Talavera, protes fans menyasar hal yang lebih mendasar.
“Yang diprotes adalah proyek yang gagal, penurunan kualitas tim, dan kesan bahwa pemain memiliki kuasa berlebihan di dalam klub,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
Terkini
-
Jelang Akhir Musim, Umuh Muchtar Ingatkan Pemain Persib Bandung Fokus dan Waspada
-
Tak Fokus ke Satu Nama, Bojan Hodak Minta Persib Bandung Waspadai Semua Pemain Dewa United
-
Usai Adu Kepala, Erling Haaland Lempar Komentar Pedas untuk Gabriel Magalhaes
-
Pemain Timnas Indonesia Barbar Lakukan Tendangan Kungfu, Nova Arianto Geram!
-
Insiden Tendangan Kung Fu Berujung Sanksi Berat? Nova Arianto Beberkan Nasib Fadly Alberto Cs
-
Venue Pertandingan Kontra PSIM Yogyakarta Diganti Tiba-tiba, Pelatih Persija Tetap Santai
-
Hokinya Joey Pelupessy, Kalah Justru Berpotensi Main di Kasta Teratas Liga Belgia
-
Kronologi Tendangan Kungfu Eks Timnas Indonesia U-17, Berawal dari Protes Gol Kontroversial
-
Liga Indonesia Mundur ke September 2026, Erick Thohir Prioritaskan Timnas di Piala AFF
-
Sempat Absen karena Masalah Paspor, Pemain Naturalisasi Indonesia Ini Jadi Starter