Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 06 Juni 2026 | 07:25 WIB
Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi (tengah), menghadang tendangan penalti pesepak bola Timnas Oman Hatem Sultan Alrushadi (kanan) dalam laga FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Antara/Aditya Pradana Putra)
Baca 10 detik
  • Emil Audero tampil gemilang membantu Timnas Indonesia mengalahkan Oman 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat.
  • Emil berhasil melakukan empat penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan tendangan penalti Hatem Alrushadi untuk menjaga keunggulan skuad Garuda.
  • Kerja sama yang solid dengan lini belakang menjadi faktor kunci keberhasilan Indonesia menjaga gawang tetap tanpa kebobolan.

Suara.com - Kiper Timnas Indonesia Emil Audero mengungkapkan bahwa fokus sepanjang pertandingan menjadi faktor utama yang membantunya tampil gemilang saat skuad Garuda mengalahkan Oman 3-0 pada laga FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat.

“Mengenai penyelamatan penalti itu sendiri, bagi saya yang paling penting adalah tetap fokus dan tetap berada dalam permainan,” kata Emil pada jumpa pers pasca pertandingan di SUGBK pada Jumat.

Pada pertandingan tersebut, Emil mencatatkan empat penyelamatan penting, termasuk menggagalkan tendangan penalti Hatem Alrushadi pada menit ke-38.

Saat mendapat kesempatan dari titik putih, Hatem memilih mengarahkan bola ke sisi kanan gawang Indonesia. Namun, Emil mampu membaca arah tendangan dengan tepat dan melakukan penyelamatan krusial yang menjaga keunggulan 2-0 Indonesia hingga turun minum.

Aksi tersebut mendapat apresiasi dari pelatih Timnas Indonesia John Herdman. Menurut Herdman, penyelamatan Emil menjadi salah satu momen penting yang mencegah Oman bangkit dan memberikan tekanan lebih besar kepada tim Garuda.

Meski tampil sebagai salah satu pemain terbaik di lapangan, Emil menegaskan performanya tidak terlepas dari kontribusi rekan-rekannya di lini belakang.

“Hari ini saya pikir kami, sebagai unit pertahanan, melakukan pekerjaan yang sangat baik,” kata kiper berusia 29 tahun itu.

Emil menjelaskan bahwa keberhasilan seorang penjaga gawang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan melakukan penyelamatan, tetapi juga kesiapan pemain bertahan dalam mengantisipasi bola muntah.

“Sebagai contoh, sering kali seorang kiper melakukan penyelamatan, tetapi kemudian siapa yang lebih dulu datang menyambut bola muntah? Jika penyerang lawan yang lebih dulu datang, berarti lini pertahanan belum cukup siap,” tambah dia.

Baca Juga: John Herdman Minta Timnas Indonesia Tak Jumawa usai Kalahkan Oman 3-0

Menurut Emil, kerja sama yang solid antara dirinya dan para pemain belakang menjadi salah satu kunci keberhasilan Indonesia menjaga gawang tetap tanpa kebobolan dalam laga tersebut.

“Saya bisa membantu mereka, tetapi mereka juga berkali-kali membantu saya,” tutup dia.

Setelah kemenangan atas Oman, Timnas Indonesia akan kembali menjalani laga persahabatan melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Selasa (9/6/2026) pukul 20.00 WIB.

(Antara)

Load More