- Massimiliano Allegri kembali menegaskan target AC Milan musim ini adalah empat besar Serie A, bukan Scudetto.
- Niclas Fullkrug jadi pembeda lewat gol cepat dari bangku cadangan saat Milan menekuk Lecce.
- Konsistensi Milan menjaga asa Liga Champions, dengan jarak aman dari pesaing terdekat mulai terbentuk.
Suara.com - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, kembali menegaskan bahwa fokus utama Rossoneri musim ini adalah mengamankan posisi empat besar Serie A, bukan mengejar gelar Scudetto.
Pernyataan itu disampaikan Allegri usai kemenangan tipis 1-0 atas Lecce di Stadion San Siro, Senin (19/1) dinihari WIB.
Dalam laga tersebut, Niclas Fullkrug tampil sebagai pahlawan kemenangan.
Masuk sebagai pemain pengganti, penyerang asal Jerman itu hanya membutuhkan tiga menit untuk mencetak gol penentu melalui sundulan hasil umpan Alexis Saelemaekers.
Allegri mengapresiasi kontribusi Fullkrug yang kembali membuktikan pentingnya peran pemain pengganti di sepak bola modern. Gol ke gawang Lecce menjadi gol keenam Milan dari pemain pengganti di Serie A musim ini, terbanyak dibandingkan tim lain.
“Dengan lima pergantian pemain, peran pemain cadangan menjadi sangat menentukan. Fullkrug memberi kesegaran dan kekuatan di kotak penalti,” ujar Allegri kepada DAZN Italia.
Ia juga membuka kemungkinan memainkan Fullkrug bersama Christian Pulisic, Rafael Leao, dan Christopher Nkunku, meski menekankan pentingnya keseimbangan permainan.
“Kami punya banyak kombinasi, tapi yang perlu ditingkatkan adalah ketenangan, presisi umpan terakhir, dan kesabaran saat membangun serangan,” jelas Allegri.
Kemenangan ini membuat Milan mengokohkan posisi kedua klasemen Serie A, unggul tiga poin dari Napoli dan tetap menjaga jarak tiga poin dari Inter di puncak klasemen.
Baca Juga: Baru Gabung AC Milan, Niclas Fullkrug Dirampok di Hotel: Jam Mewah Rp8,5 Miliar Raib
Yang lebih penting bagi Allegri, Milan kini unggul tujuh poin dari Juventus di peringkat kelima.
“Kami baru setengah jalan menuju target. Target kami adalah Liga Champions. Jika sudah aman di empat besar secara matematis, barulah saya melihat lebih jauh,” tegas Allegri.
Menurut perhitungan sang pelatih, batas aman untuk lolos Liga Champions musim ini berada di angka 74 poin, sementara perburuan Scudetto bisa menembus 86–88 poin, melihat konsistensi Inter.
Sejak kekalahan kandang dari Cremonese di awal musim, Milan belum tersentuh kekalahan di Serie A dengan catatan 12 kemenangan dan delapan hasil imbang.
Ini menjadi rekor tak terkalahkan terpanjang Milan di liga sejak era Fabio Capello (1992–1993).
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
Terkini
-
Pecah Rekor 38 Tahun! Timnas Indonesia Gilas Oman, John Herdman Soroti Peran Emil Audero
-
Persija Jakarta Kenalkan Pelatih Baru Senin, Shin Tae-yong Kandidat Kuat!
-
Lamine Yamal Raih Penghargaan Pemain Terbaik Liga Spanyol 2025/2026
-
Tottenham Resmi Rekrut Andy Robertson, De Zerbi Kegirangan
-
Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Menang Lagi saat Lawan Mozambik
-
Bali United Lepas Yusuf Meilana, Kembalikan ke Persik Kediri
-
Tepis Penalti, Emil Audero Ungkap Kunci Permainan Solid Lawan Oman
-
John Herdman Minta Timnas Indonesia Tak Jumawa usai Kalahkan Oman 3-0
-
Pelatih Oman Kena 'Prank' Timnas Indonesia, Peringkat Tidak Sesuai Kualitas
-
Penantian Panjang, Timnas Indonesia Butuh Waktu 38 Tahun untuk Kembali Kalahkan Oman