Bola / Bola Indonesia
Senin, 19 Januari 2026 | 12:49 WIB
Erick Thohir (Kemepora)
Baca 10 detik
  • Erick Thohir memilih bungkam dalam penunjukan John Herdman demi menghindari kritik tajam publik.

  • Kegagalan era Patrick Kluivert memicu tekanan besar bagi PSSI untuk segera melakukan evaluasi.

  • Suporter menuntut transparansi dan tanggung jawab federasi dalam mengelola masa depan Timnas Indonesia.

Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir tidak banyak bicara di tengah ramainya informasi penunjukkan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. Tentu saja ini menjadi pertanyaan banyak pihak khususnya pecinta sepak bola Tanah Air.

Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI), Ignatius Indro, menilai penunjukan John Herdman sebagai pelatih anyar Tim Nasional Indonesia yang berlangsung tanpa banyak eksposur publik tidak dapat dilepaskan dari situasi tekanan besar yang saat ini dihadapi PSSI.

Menurut Indro, kegagalan Tim Nasional lolos ke Piala Dunia setelah keputusan mengganti Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert telah memicu kekecewaan luas di kalangan publik sepak bola nasional.

Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan hasil di lapangan, tetapi juga menyangkut kepercayaan terhadap kepemimpinan dan arah kebijakan federasi.

“Minimnya narasi dan komunikasi publik dalam penunjukan John Herdman bisa dibaca sebagai upaya PSSI untuk menghindari eskalasi tuntutan dan kemarahan publik yang hingga kini belum sepenuhnya reda," kata Indro dalam keterangannya.

"Terlebih, tekanan terhadap Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, semakin kuat pasca kegagalan tersebut,” jelasnya.

Ia menilai sikap Erick Thohir yang memilih tidak banyak memberikan pernyataan dalam momen penting ini menunjukkan pendekatan defensif.

“Biasanya Pak Erick sangat aktif membangun narasi. Kali ini beliau justru memilih diam. Ini bisa dimaknai sebagai langkah untuk meredam kritik dan desakan mundur yang memang semakin menguat,” lanjutnya.

Indro menambahkan, penunjukan pelatih tanpa seremoni besar seolah ingin menghindari beban ekspektasi baru sekaligus menjauh dari sorotan publik atas keputusan-keputusan sebelumnya.

Baca Juga: Bulgaria Resmi Bergabung, Bakal Menjadi Penyelamat Marwah FIFA Series 2026 Indonesia?

Namun, pendekatan tersebut menurutnya menyimpan risiko tersendiri.

“Ketenangan komunikasi tidak boleh dimaknai sebagai upaya menghindar dari evaluasi dan tanggung jawab. Publik sepak bola berhak mengetahui arah besar Tim Nasional, proses pengambilan keputusan strategis, serta jaminan bahwa kesalahan yang sama tidak kembali terulang,” tegasnya.

Load More