-
Thailand memimpin Grup B AFC Futsal 2026 setelah mengalahkan Libanon dengan skor akhir 2-0.
-
Pelatih Rakphol Sainetngam mengeluhkan permukaan lapangan Velodrome Jakarta yang lambat karena tidak menggunakan parket.
-
Timnas Thailand fokus pada adaptasi lapangan dan pemulihan fisik menjelang laga berat melawan Kuwait.
Suara.com - Timnas Futsal Thailand berhasil mengawali perjalanan mereka di Grup B AFC Futsal 2026 dengan hasil maksimal.
Kemenangan dua gol tanpa balas diraih skuad Gajah Perang saat meladeni perlawanan sengit dari timnas Libanon.
Pertandingan pembuka yang berlangsung di Velodrome International Jakarta tersebut menjadi panggung bagi Worasak Srirangpirot dan Muhammad Osamanmusa.
Kedua pemain andalan Thailand ini sukses mencatatkan nama di papan skor sekaligus mengunci kemenangan tim.
Hasil positif ini secara otomatis membawa Thailand bertengger di posisi puncak klasemen sementara Grup B.
Meski menang, jalannya pertandingan ternyata tidak semudah yang terlihat di papan skor bagi skuad asuhan Rakphol Sainetngam.
Libanon memberikan tekanan yang konsisten melalui skema permainan bola-bola panjang yang cukup merepotkan pertahanan Thailand.
Rakphol Sainetngam yang akrab disapa Coach Hamee menilai gaya bermain lawan memberikan pelajaran berharga bagi anak asuhnya.
Ketangguhan lini belakang menjadi kunci utama sehingga gawang Thailand tetap perawan hingga peluit panjang dibunyikan.
Baca Juga: Proyek LRT Velodrome-Manggarai Sudah Capai 61,79 Persen dan Habiskan 19 Ribu Ton Semen
Coach Hamee menegaskan bahwa fokus utama tim dalam laga perdana ini adalah stabilitas pertahanan dan raihan poin.
"Skor 2-0 tidak penting bagi saya, yang penting adalah tidak kebobolan gol dan mendapatkan tiga poin," kata Rakphol dikutip dari Today.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa efektivitas permainan jauh lebih diutamakan daripada sekadar pesta gol di lapangan.
Kepuasan sang pelatih terletak pada disiplin posisi para pemainnya yang mampu meredam agresi serangan balik cepat Libanon.
Kemenangan ini menjadi modal mental yang sangat krusial bagi tim untuk menatap laga-laga selanjutnya yang lebih berat.
Kendati demikian, Coach Hamee merasa ada faktor teknis di luar strategi yang cukup mengganggu aliran bola timnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026