-
Persib Bandung kalah telak 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama 16 besar ACL 2.
-
Bojan Hodak menyoroti buruknya awal laga dan lini tengah yang sering kehilangan kendali bola.
-
Maung Bandung wajib menang selisih empat gol pada leg kedua di Bandung untuk lolos.
Bojan Hodak menilai anak asuhnya sering kehilangan kendali dalam memperebutkan bola kedua yang sangat vital bagi alur serangan.
"Kami kalah di lini tengah mereka selalu memenangkan second ball," sebut Hodak mengenai penyebab rapuhnya koordinasi antar lini timnya.
Masalah Klasik Penyelesaian Akhir Maung
Meski dalam posisi tertekan, sebenarnya Persib memiliki beberapa peluang emas yang seharusnya bisa dikonversi menjadi sebuah gol balasan.
Sayangnya, akurasi tembakan para pemain depan masih jauh dari harapan dan sering kali meleset dari sasaran gawang lawan.
Bahkan terdapat peluang yang hanya membentur tiang gawang sehingga dewi fortuna seolah menjauh dari tim kebanggaan warga Bandung.
Bojan Hodak memberikan catatan khusus mengenai buruknya efektivitas serangan timnya yang membuang banyak kesempatan berharga di depan mata.
“Kami memiliki peluang, dan lagi tidak mampu mencetak gol. Ada beberapa peluang bagus, dan ada yang mengenai tiang gawang,” ulas Hodak.
Debut Layvin Kurzawa yang Pahit
Baca Juga: Persib Bandung Dihajar Ratchaburi FC, Bojan Hodak Minta Maaf Kepada Bobotoh
Momen yang ditunggu-tunggu yakni debut mantan bintang PSG, Layvin Kurzawa, akhirnya terjadi di pengujung babak kedua pertandingan panas ini.
Kurzawa masuk pada menit ke-83 menggantikan Alfeandra Dewangga dengan harapan bisa memberikan perubahan positif pada sisi kiri pertahanan.
Namun baru semenit ia berada di lapangan, Ratchaburi kembali mencetak gol ketiga yang lagi-lagi dilesakkan oleh sang striker Pedro Tana.
Kekalahan 0-3 ini menjadi catatan terburuk bagi Persib Bandung sepanjang keikutsertaan mereka di ajang bergengsi Asia tahun ini.
Level kompetisi Asia yang tinggi diakui pelatih menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain yang baru mencicipi atmosfer tersebut.
Misi Berat di Stadion GBLA
Cuaca panas dan kelembapan udara yang tinggi di Ratchaburi juga disinyalir menjadi faktor fisik pemain cepat terkuras habis.
Bojan Hodak sendiri menyampaikan permohonan maaf kepada ribuan suporter yang telah memberikan dukungan langsung maupun melalui layar kaca.
“Saya meminta maaf karena ada banyak fan datang, mereka membuat atmosfer bagus, namun sayangnya lawan menjadi tim yang lebih baik dan pantas untuk menang,” sebutnya.
Kini Persib harus segera bangkit dan melakukan evaluasi total sebelum menghadapi laga penentuan di markas mereka sendiri nantinya.
Tugas berat menanti karena Maung Bandung wajib menang dengan selisih minimal empat gol saat menjamu Ratchaburi di Bandung.
Target Menang Besar Leg Kedua
Bojan Hodak optimistis timnya bisa tampil lebih tajam dengan kembalinya beberapa pemain pilar yang sebelumnya sempat absen cedera.
Persiapan selama satu pekan penuh akan dimaksimalkan untuk mempertajam penyelesaian akhir para penyerang demi mengejar defisit tiga gol.
Dukungan penuh dari Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain Persib.
Sejarah mencatat bahwa Persib sering kali tampil perkasa saat bermain di hadapan publik sendiri dengan tensi yang tinggi.
Mari kita nantikan apakah keajaiban akan terjadi bagi Persib Bandung untuk melaju ke babak perempat final mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?