-
Shayne Pattynama belum menjadi starter karena kalah bersaing dengan Dony Tri Pamungkas di latihan.
-
Keputusan pemilihan pemain inti Persija Jakarta merupakan hak prerogatif pelatih kepala Mauricio Souza.
-
Meskipun adaptasi Shayne berkembang pesat, Dony dinilai lebih siap tampil membela Macan Kemayoran.
Suara.com - Pertarungan memperebutkan posisi utama di lini pertahanan Persija Jakarta kini memasuki babak baru yang semakin memanas.
Caretaker Persija, Ricky Nelson, memberikan update terbaru mengenai situasi internal tim di tengah kompetisi yang ketat.
Fokus publik tertuju pada sosok bek Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, yang hingga kini belum menjadi starter reguler.
Kenyataan ini terlihat jelas saat Macan Kemayoran bertandang ke markas Bali United pada Minggu, 15 Februari 2026.
Dalam laga pekan ke-21 Super League 2025/2026 itu, Shayne kembali memulai pertandingan dari bangku cadangan tim tamu.
Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi saksi bagaimana Dony Tri Pamungkas kembali dipercaya mengawal sisi lapangan.
Dony dinilai mampu menunjukkan performa yang sangat impresif sehingga layak menyandang status sebagai pemain sebelas pertama.
Kepercayaan yang diberikan tim pelatih dibayar tuntas oleh pemain muda tersebut lewat kontribusi nyata sepanjang laga berlangsung.
Kondisi ini membuat persaingan di sektor bek sayap Persija Jakarta menjadi salah satu yang tersulit bagi pemain manapun.
Baca Juga: Debut Mauro Zijlstra Belum Memuaskan, Ini Penilaian Pelatih Persija
Shayne Pattynama sendiri baru menginjakkan kaki di rumput hijau pada menit ke-78 untuk menggantikan rekannya di lapangan.
Pertandingan melawan Serdadu Tridatu tersebut tidak hanya menyoroti posisi bek sayap namun juga kehadiran sosok anyar.
Mauro Zijlstra akhirnya mencatatkan debut resminya bersama Persija Jakarta setelah masuk di menit ke-74 babak kedua.
Zijlstra masuk menggantikan striker haus gol, Gustavo Almeida, guna memberikan penyegaran di lini serang tim Ibu Kota.
Meski ada rotasi di lini depan, sorotan tajam tetap mengarah pada sisi kanan pertahanan yang masih dikuasai Dony.
Staf pelatih mengakui bahwa tingkat kesiapan pemain menjadi indikator utama dalam menentukan komposisi pemain yang diturunkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Timnas Indonesia Dibagi Dua Tim? John Herdman Bahas Strategi Khusus Jelang AFF dan FIFA Matchday
-
Florian Wirtz Tolak Beban Status Favorit Timnas Jerman di Piala Dunia 2026, Panggung Tebus Dosa
-
Erling Haaland Ambisi Akhiri Kutukan 26 Tahun Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026
-
Sesumbar Mauricio Souza: Janji Bawa Persija Juara Super League Musim Depan
-
Dony Tri Pamungkas Buka Peluang Abroad, Legia Warszawa Masih Memantau?
-
Bali United Dirumorkan Tertarik Datangkan Eks Striker Leicester City
-
Skuad Timnas Belanda Dinilai Lebih Komplet, Incar Trofi Piala Dunia 2026
-
Turun Kasta Liga Italia, Segini Nilai Emil Audero Setelah Dibantai Como 1907
-
Pelatih Persija Irit Komentar soal Persib Juara, Hanya Ucapkan Satu Kalimat
-
Pelatih Emil Audero Bicara Masa Depan usai Cremonese Degradasi: Kita Lihat Nanti