-
Ratchaburi FC singkirkan Persib Bandung dengan agregat 3-1 meski kalah di leg kedua.
-
Suporter Thailand terpaksa ganti baju dan sembunyi di ruang ganti akibat lemparan petasan.
-
Rombongan tim berganti mobil di tol guna menghindari pengejaran motor suporter tuan rumah.
Berdasarkan kesaksian seorang suporter tamu bernama Joe, mereka sempat mengalami intimidasi fisik yang sangat nyata dan menakutkan.
"Menjadi sasaran lemparan benda, dan setelah botol serta petasan mulai dilempar, polisi meminta mereka menurunkan bendera serta mengganti pakaian agar tidak menjadi target, sebelum dipindahkan ke ruang VIP".
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa gentingnya situasi di mana atribut klub bisa memicu tindakan kekerasan lebih lanjut.
Presiden klub Ratchaburi FC, Thanawat Nitikanjana, dikabarkan tidak tinggal diam melihat pendukungnya dalam kondisi terancam bahaya.
Ia secara heroik menjemput langsung para suporter untuk dibawa masuk berlindung ke dalam ruang ganti pemain.
Langkah penyelamatan ini dilakukan agar mereka bisa keluar dari area stadion secara bersamaan dengan pengawalan tim.
Namun, upaya untuk meninggalkan kawasan Gelora Bandung Lautan Api ternyata tidak berjalan dengan mudah bagi rombongan tamu.
"Ia menambahkan bahwa saat rombongan tim dan suporter Ratchaburi meninggalkan stadion, mereka diadang suporter tuan rumah yang mengendarai sepeda motor dan mengikuti sambil meneriakkan kata-kata sepanjang perjalanan."
Tindakan intimidasi ini terus berlanjut hingga kendaraan tim memasuki akses jalan bebas hambatan atau tol.
Baca Juga: Selain Coreng Wajah Indonesia, Bobotoh Juga Tempatkan Persib dalam Intaian Sanksi Berganda
Demi mengecoh para pengejar, rombongan akhirnya memutuskan untuk melakukan strategi pergantian kendaraan secara mendadak di jalanan.
"Rombongan kemudian berganti kendaraan dari bus ke minivan di jalan tol untuk menghindari pengejaran sebelum akhirnya tiba dengan selamat di hotel," tulis Thai Rath merujuk dari cerita Joe.
Laporan dari media Thailand ini memberikan gambaran betapa mencekamnya atmosfer sepak bola di Bandung malam itu.
Selain taktik penyamaran, pengamanan ekstra ketat juga diberlakukan oleh otoritas keamanan Indonesia selama proses evakuasi berlangsung.
"Sementara itu, para pemain Ratchaburi juga tiba di hotel dengan selamat. Mereka mendapat pengawalan polisi dan militer sepanjang perjalanan dari stadion," imbuh Thai Rath.
Kehadiran personel militer menegaskan bahwa risiko keamanan saat itu berada pada level yang sangat tinggi bagi tamu.
Peristiwa ini kini menjadi sorotan dunia internasional, khususnya bagi penyelenggara kompetisi di bawah naungan konfederasi sepak bola Asia.
Atmosfer panas di dalam dan luar lapangan menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terkait manajemen risiko pertandingan skala besar.
Keselamatan tim tamu dan suporter asing harus menjadi prioritas utama guna menjaga reputasi sepak bola nasional.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian menegangkan yang melibatkan ribuan massa di sekitar GBLA.
Hingga saat ini, pihak terkait masih memantau perkembangan situasi pasca laga yang berakhir dengan catatan kelam tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
6 Cara Pakai Bedak Tabur di Atas Sunscreen agar Tidak Menggumpal, Makeup Jadi Halus
-
Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?
-
Ciputra Life Cetak Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Melonjak 53 Persen
-
10 Penyebab Kulit Wajah Terasa Makin Kering dan Kusam saat Memasuki Usia 30
-
Bayar Rp650 Juta Tidak Lulus, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Disulap Jadi Proyek Cat Gedung
-
Harga Emas Antam Naik Rp15.000, Tembus Rp2,74 Juta per Gram
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga
-
Ulasan Novel Purple Prose, Menyembuhkan Luka Dalam Bayangan Kehilangan
-
Ini Cara Mengukur Kematangan Broker dan Platform Trading
-
5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling