- Klub Norwegia Bodo/Glimt mengalahkan Inter Milan 3-1 di Aspmyra pada Kamis, 18 Februari 2026 dini hari WIB.
- Kemenangan ini melanjutkan kejutan Bodo/Glimt setelah sebelumnya menyingkirkan Manchester City dan Atletico Madrid.
- Gol Jens Petter Hauge dan Kasper Høgh di babak kedua mengamankan keunggulan signifikan sebelum leg kedua di Milan.
Suara.com - Klub Norwegia, Bodo/Glimt kembali menciptakan kejutan besar di Liga Champions musim ini.
Kali ini, raksasa Italia Inter Milan dipaksa pulang dengan kekalahan 1-3 dari Aspmyra, Kamis (18/2/2026) dini hari WIB.
Petualangan Bodø/Glimt terbilang luar biasa. Pada 20 Januari lalu, lembaga statistik Opta hanya memberi peluang 1,5 persen bagi mereka untuk lolos dari fase liga.
Namun, tim asuhan Kjetil Knutsen membungkam prediksi itu.
Setelah menyingkirkan tim-tim besar seperti Manchester City dan Atletico Madrid di fase sebelumnya, Inter menjadi korban terbaru kekuatan kuning dari Nordland.
Pertandingan dinihari tadi sempat berjalan seimbang. Tuan rumah membuka skor lewat Sondre Brunstad Fet sebelum Inter menyamakan kedudukan melalui Francesco Pio Esposito.
Namun, babak kedua menjadi milik Glimt.
Menit ke-60, Jens Petter Hauge mencetak gol spektakuler lewat sepakan keras kaki kiri yang menghujam atap gawang. Gol tersebut membuat stadion Aspmyra bergemuruh.
Tiga menit berselang, Kasper Høgh menambah keunggulan menjadi 3-1 melalui serangan cepat yang mematikan.
Baca Juga: Atletico Madrid Buang Keunggulan 2 Gol, Simeone Akui Brugge Lawan Tersulit Musim Ini
Meski mencatat kemenangan besar, pelatih Kjetil Knutsen memilih meredam euforia.
“Kami sedikit beruntung hari ini dan sangat efektif. Ini bukan performa terbaik kami,” ujarnya dilansir dari tv2.no
Sementara itu, Hauge mengaku laga tersebut terasa spesial, mengingat ia pernah membela AC Milan—rival sekota Inter.
“Tentu menyenangkan mencetak gol di laga seperti ini. Ini pertama kalinya saya melawan Inter,” kata Hauge.
Dengan keunggulan dua gol, Bodø/Glimt kini berada di posisi menguntungkan jelang leg kedua di Milan.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Atletico Madrid Buang Keunggulan 2 Gol, Simeone Akui Brugge Lawan Tersulit Musim Ini
-
Inter Milan Dipermalukan Bodo/Glimt 1-3, Esposito Tetap Yakin Comeback di San Siro
-
Inter Milan Dibantai Bodo/Glimt, Lautaro Martinez Terancam Absen Lama
-
Hasil Liga Champions: Bodo/Glimt Perkasa, Jungkalkan Inter Milan 3-1 di Kandang
-
Jejak Hitam Gianluca Prestianni, Pernah Adu Pukul dengan Pemain Brasil
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung