-
Pascal Struijk menjadi pemain bernilai Rp347 miliar setelah didatangkan secara gratis oleh Leeds United.
-
Bek keturunan ini secara resmi menolak tawaran naturalisasi demi mengejar karier di timnas Belanda.
-
Media Inggris memuji Struijk sebagai salah satu bisnis transfer terbaik dalam sejarah Leeds United.
Suara.com - Kabar mengenai bek tangguh Pascal Struijk kini kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola.
Bukan lagi soal rumor naturalisasi, melainkan kesuksesan besar sang pemain dalam meniti karier di Inggris.
Media ternama Inggris, Football Fancast, baru saja merilis ulasan mendalam mengenai performa luar biasa bek tersebut.
Struijk kini dinobatkan sebagai salah satu pembelian paling menguntungkan yang pernah dilakukan oleh Leeds United.
Pemain ini awalnya didatangkan dari akademi Ajax Amsterdam pada periode bursa transfer musim panas 2018.
Menariknya, Leeds United berhasil mengamankan tanda tangan sang pemain tanpa mengeluarkan biaya transfer sepeser pun.
Pada awal kedatangannya, ia tidak langsung mendapatkan tempat utama dan hanya bermain sebanyak lima kali.
Titik balik karier profesionalnya terjadi saat kursi kepelatihan Leeds United diduduki oleh manajer legendaris Marcelo Bielsa.
Di bawah bimbingan tangan dingin Bielsa, kemampuan bertahan Struijk berkembang dengan sangat pesat dan signifikan.
Baca Juga: Bukti Kualitas Mendunia, 5 Pemain Keturunan Timnas Indonesia Kuasai Liga Elite Eropa
Ia menjadi aktor kunci yang membantu klub tersebut promosi kembali menuju kasta tertinggi Liga Inggris.
Bahkan ketika tim harus menerima kenyataan pahit terdegradasi, Struijk tetap memilih setia bertahan di Elland Road.
Kesetiaan dan jiwa kepemimpinan yang ia miliki membuatnya sering dipercaya untuk mengenakan ban kapten tim.
Tercatat hingga saat ini ia sudah memberikan kontribusi dalam 184 pertandingan resmi bersama klub tersebut.
Perannya semakin tidak tergantikan sejak tim mulai mengadopsi skema formasi tiga bek sejajar musim ini.
Kemampuannya dalam membaca arah serangan lawan menjadikannya pilar utama yang sangat sulit untuk digeser pemain lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan