Bola / Bola Indonesia
Kamis, 26 Februari 2026 | 06:05 WIB
Allano Lima (IG Persija Jakarta)
Baca 10 detik
  • Pelatih Persija Mauricio Souza membela Allano Lima dari kritik tajam mengenai koleksi kartu kuning.

  • Meski sering dihukum kartu, Allano Lima berkontribusi besar dengan tujuh gelar pemain terbaik.

  • Souza meminta media fokus pada kemenangan Persija bukan pada catatan disiplin individu pemain.

Suara.com - Persija Jakarta baru saja memetik poin penuh dalam lawatan sulit ke markas Malut United FC.

Kemenangan dramatis dengan skor 3-2 tersebut diraih di Stadion Gelora Kie Raha pada Selasa malam.

Namun keberhasilan Macan Kemayoran ini justru diwarnai oleh sorotan tajam terhadap winger mereka, Allano Lima.

Pemain asal Brasil tersebut kembali mendapatkan kartu kuning dari wasit dalam pertandingan pekan ke-23 tersebut.

Hukuman kartu ini menjadi koleksi ke-11 bagi sang pemain sepanjang bergulirnya musim kompetisi 2025/2026.

Jumlah kartu kuning tersebut menempatkan Allano sebagai pemain dengan catatan disiplin paling banyak.

Publik sepak bola nasional mulai mempertanyakan gaya bermain sang pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap.

Idealnya seorang winger lebih banyak terlibat dalam skema serangan ketimbang melakukan pelanggaran yang berbuah kartu.

Kritik pedas pun mengalir deras dari berbagai pihak terkait emosionalitas sang pemain di lapangan hijau.

Baca Juga: 11 Kartu Kuning Didapat, Mauricio Souza Pasang Badan untuk Allano Lima

Meski begitu, pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, justru memberikan pembelaan yang sangat keras.

Souza menilai publik terlalu menutup mata terhadap kontribusi besar yang diberikan oleh Allano Lima.

Pada laga melawan Malut United, Allano sejatinya tampil sangat impresif dengan mencatatkan dua assist penting.

Performa gemilang tersebut bahkan membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik atau man of the match.

Namun predikat pemain terbaik itu seolah tenggelam oleh berita negatif mengenai koleksi kartu kuningnya.

Mauricio Souza merasa ada ketidakadilan dalam cara media dan publik menilai kinerja anak asuhnya itu.

Load More