-
Richard Keys berhenti siaran karena serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
-
Donald Trump mengonfirmasi operasi tempur besar-besaran untuk menghancurkan ancaman dari rezim Iran.
-
Warga Inggris di Qatar dan sekitarnya diminta segera berlindung akibat serangan rudal.
Suara.com - Presenter senior Richard Keys secara mengejutkan menghilang dari layar kaca saat memandu program sepak bola.
Keputusan mendadak ini diambil tepat setelah militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran.
Keys yang kini menetap di Qatar melaporkan adanya suara ledakan keras di wilayah Doha saat sedang bertugas.
Kondisi keamanan yang tidak menentu di Timur Tengah memaksa pihak stasiun televisi beIN Sports menghentikan siaran.
Mantan wajah utama Sky Sports ini akhirnya memberikan kabar terbaru mengenai kondisi keselamatannya melalui platform X.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar yang khawatir akan situasi darurat di wilayah teluk tersebut.
Keys menuliskan pesan emosional yang secara terbuka menyerang kebijakan Presiden Amerika Serikat saat ini terkait serangan tersebut.
"Terima kasih atas semua pesan Anda. Tadi agak ramai. Saya tidak punya cukup ruang untuk mengungkapkan perasaan saya tentang si idiot Trump itu. Tidak ada acara hari ini," tulis Keys.
Keys juga mengonfirmasi bahwa kendali siaran langsung tersebut dialihkan sepenuhnya ke studio rekan mereka di London.
Baca Juga: Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
Selain itu, Keys menyampaikan pesan kedamaian bagi seluruh masyarakat yang berada di wilayah konflik melalui media sosialnya.
Anda akan berada di tangan rekan-rekan kami yang cakap di London. Pikiran & doa untuk semua orang di wilayah kami. Ramadan Kareem."
Krisis ini juga membuat Kantor Luar Negeri Pemerintah Inggris segera merilis peringatan resmi bagi warganya di sana.
Instruksi tegas tersebut ditujukan bagi warga negara Inggris yang berada di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
"Karena serangan rudal yang dilaporkan, warga negara Inggris di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab harus segera berlindung di tempat."
Pemerintah juga meminta agar semua warga tetap berada di dalam ruangan yang aman dan menghindari segala perjalanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara
-
Alexis Mac Allister: Tenang, Timnas Argentina Pengalaman di Semifinal
-
Rodrigo De Paul: Saya Harus Kendalikan Emosi di Laga Argentina vs Inggris
-
Jelang Argentina vs Inggris, Gonzalo Montiel: Kami Sudah Lewati Masa Sulit
-
Kata-kata Didier Deschamps, Prancis Aneh Hadapi Spanyol Hingga Angkat Koper dari Piala Dunia 2026
-
Pedro Porro: Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Tidak Ada di Mimpi Paling Liar Saya
-
Rekor Sempurna Luis de la Fuente: Spanyol 14 Pertandingan Tanpa Kalah
-
Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, De la Fuente: Pemain Luar Biasa
-
Kontroversi Semifinal Piala Dunia 2026? Yamal Handball, Spanyol yang Dapat Penalti
-
Rekor 7 Dekade Prancis Patah! Spanyol ke Final Piala Dunia Setelah 16 Tahun