-
Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan militer ke Iran demi perubahan kekuasaan di sana.
-
FIFA terus memantau situasi keamanan Iran demi kelancaran partisipasi tim di Piala Dunia 2026.
-
Iran membalas serangan dengan mengincar pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara Timur Tengah.
Harapan besar disematkan agar ajang sepakbola empat tahunan tersebut tetap bisa berjalan sesuai rencana tanpa ada hambatan.
"Kami mengadakan undian final di Washington di mana semua tim berpartisipasi, dan fokus kami adalah pada Piala Dunia yang aman dengan partisipasi semua tim," tegasnya.
Operasi tempur berskala besar ini dimulai secara serentak pada hari Sabtu tanggal 28 Februari 2026 yang mengejutkan publik.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengonfirmasi bahwa pasukannya telah diperintahkan untuk melakukan aksi militer tersebut.
Langkah ini diambil bersamaan dengan dukungan penuh dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah operasi terpadu.
Alasan utama yang dikemukakan oleh kedua pemimpin negara tersebut adalah tuntutan terhadap pergantian kepemimpinan di Teheran.
Target utama dari operasi militer ini ditujukan langsung kepada stabilitas pemerintahan di bawah kendali rezim Ayatollah Khamenei.
Pemerintah Iran tidak tinggal diam dan langsung melancarkan aksi balasan yang tidak kalah sengit di berbagai titik.
Pasukan Iran dilaporkan membidik sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat yang tersebar di wilayah strategis Teluk.
Baca Juga: Timnas China Gantikan Posisi Iran di Piala Dunia 2026?
Serangan rudal dan alat tempur lainnya dikabarkan menyasar area militer di negara tetangga seperti Bahrain dan Kuwait.
Ketegangan juga dilaporkan meningkat di wilayah Uni Emirat Arab serta Qatar menyusul serangan balasan dari pihak Iran.
Kondisi ini memicu kekhawatiran global akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas di sepanjang kawasan Timur Tengah.
Sorotan publik kini tertuju pada nasib Tim Nasional Iran yang sejatinya memiliki tiket resmi di putaran final.
Skuad yang dikenal dengan julukan Team Melli ini sebelumnya telah terundi masuk ke dalam persaingan ketat di Grup G.
Iran dijadwalkan akan bersaing dengan tim-tim tangguh lainnya seperti Mesir, Selandia Baru, dan raksasa Eropa, Belgia.
Namun, keterlibatan aktif Iran dalam konflik bersenjata ini membuat posisi mereka di atas kertas menjadi sangat rawan.
Banyak pihak mulai mempertanyakan apakah mereka tetap diperbolehkan terbang ke Amerika Serikat sebagai tuan rumah turnamen tersebut.
Hubungan antara Teheran dan Washington memang sudah lama berada dalam titik terendah jauh sebelum konflik fisik ini pecah.
Pemerintahan Donald Trump sebelumnya telah menetapkan kebijakan ketat yang memasukkan Iran ke dalam daftar hitam imigrasi.
Larangan ini secara otomatis menutup akses bagi seluruh warga negara Iran untuk bisa menginjakkan kaki di tanah Amerika.
Meskipun FIFA sempat memberikan lampu hijau dan jaminan keikutsertaan, realita di lapangan kini jauh berbeda dari sebelumnya.
Status keamanan Iran di ajang dunia tersebut kini kembali menjadi perdebatan hangat di kalangan pengamat sepakbola dan diplomat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
-
Arsenal Kalah Adu Penalti dari PSG, Declan Rice: Ini Seperti Seperti Lotere
-
Model OnlyFans Janjikan Malam Panas untuk Kiper PSG, Istri Langsung Pasang Badan
-
PSG Back to Back Juara, Luis Enrique: Lawan Arsenal Jauh Lebih Melelahkan!
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Berapa UCL PSG usai Menang Lawan Arsenal? Ini Sepak Terjang di Champions League
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk PSG Usai Juarai Liga Champions