Bola / BolaTaiment
Senin, 02 Maret 2026 | 21:19 WIB
Patrick Kluivert asyik nonton laga Barcelona usai dipecat Timnas Indonesia. (Instagram/@ngapakfootball)
Baca 10 detik
  • Media Belanda mengungkap kembali momen Patrick Kluivert berbohong tentang kontak dengan keluarga korban kecelakaan pada acara televisi tahun 2006.
  • Kluivert menyatakan telah menjalin kontak rutin dengan keluarga korban sejak Februari 2006 saat promosi autobiografinya.
  • Pemandu acara Holland Sport mengonfirmasi bahwa kontak tersebut hanya berupa satu SMS yang dikirim sehari sebelum siaran langsung acara.

Suara.com - Salah satu media Belanda membongkar cerita lama mantan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dalam perjalanan kariernya saat masih jadi pemain.

Media Belanda, kijk.nl kembali menampilkan potongan video lawas saat Kluivert berbohong pada acara live televisi di Belanda.

"Lifegoals Patrick Kluivert pijnlijk geconfronteerd op tv: ‘De leugen van Kluivert" tulis tajuk media Belanda itu yang tayang 26 Februari 2025.

Dalam bahasa Indonesia, tajuk media Belanda itu artinya, Lifegoals: Patrick Kluivert dikonfrontasi secara menyakitkan di televisi: ‘Kebohongan Kluivert.

Apa yang Terjadi Saat Itu?

Peristiwa ini terjadi pada 2006 saat Patrick Kluivert, hadir sebagai tamu untuk membahas autobiografinya.

Program Holland Sport merupakan acara olahraga yang tayang di stasiun televisi Belanda, VPRO. Acara ini disiarkan langsung dari Studio Plantage, Amsterdam, dan dipandu oleh Wilfried de Jong.

Biasanya, pembahasan dalam program tersebut berlangsung santai dan ringan seputar perjalanan karier atlet. Namun, suasana berbeda terjadi saat Kluivert duduk di kursi tamu.

Patrick Kluivert. (pssi.org)

Ia datang untuk mempromosikan buku autobiografinya bersama jurnalis ternama Belanda, Matthijs van Nieuwkerk.

Baca Juga: Sihir Carrick di MU Masih Berlanjut, Kini Samai Rekor Calon Pelatih Timnas Indonesia

Kebohongan Patrick Kluivert

Dalam wawancara tersebut, Kluivert membahas kembali kecelakaan mobil fatal yang pernah ia sebabkan di masa lalu.

Ia menyatakan bahwa sejak Februari 2006, dirinya kembali menjalin kontak dengan keluarga korban, yang dikenal sebagai keluarga Tuan Putman.

Namun, pernyataan itu langsung dipertanyakan oleh Wilfried de Jong.

Sebagai jurnalis, De Jong ternyata telah melakukan penelusuran sebelum siaran berlangsung. Ia mengungkap bahwa kontak yang dimaksud Kluivert ternyata hanya berupa sebuah pesan singkat (SMS) yang dikirim sehari sebelum tayangan Holland Sport.

Sebelumnya, janda dan putri korban disebut sempat bertemu langsung dengan Kluivert di sebuah restoran.

Load More