Bola / Bola Indonesia
Rabu, 04 Maret 2026 | 16:14 WIB
Mauro Zijlstra (IG Mauro Zijlstra)
Baca 10 detik
  • Mauro Zijlstra absen membela Persija lawan Borneo FC karena menderita cedera paha serius.

  • Cedera didapat saat sesi latihan menembak bola pada Minggu sore di Jakarta International Stadium.

  • Striker naturalisasi ini diprediksi akan menepi selama beberapa pekan akibat masalah otot tersebut.

Suara.com - Skuad Persija Jakarta harus tampil pincang tanpa kehadiran bomber naturalisasi mereka saat menjamu Borneo FC Samarinda.

Laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 tersebut menyisakan tanda tanya besar terkait hilangnya nama Mauro Zijlstra.

Pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 2-2 di Jakarta International Stadium itu menjadi saksi absennya sang penyerang.

Mauricio Souza selaku juru taktik tim ibukota akhirnya membeberkan alasan medis di balik absennya pemain muda tersebut.

Zijlstra diketahui tengah berjuang memulihkan kondisi fisiknya akibat gangguan pada otot paha yang dialaminya secara mendadak.

Masalah kebugaran ini muncul ketika tim sedang mematangkan persiapan akhir menjelang laga besar melawan Pesut Etam.

Insiden tersebut terjadi tepat pada hari Minggu tanggal 1 Maret 2024 saat intensitas latihan mulai menurun.

Penyerang yang memiliki darah Belanda ini merasakan sakit yang luar biasa ketika sedang mengasah ketajaman di depan gawang.

Proses latihan yang seharusnya berakhir mulus justru berubah menjadi petaka bagi pemain yang baru bergabung di tengah musim.

Baca Juga: Lagi-lagi Wasit Kasih Kartu Kuning ke Allano Lima, Pelatih Persija Kali Ini Pasrah

Momen tersebut membuat tim medis segera memberikan penanganan pertama di lapangan hijau untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Pelatih asal Brasil tersebut menjelaskan secara detail bagaimana musibah itu menimpa anak asuhnya di penghujung sesi.

Proses eksekusi bola yang kurang sempurna menjadi pemicu utama otot paha Zijlstra mengalami tarikan yang cukup serius.

Ketidakhadiran pemain bernomor punggung baru ini tentu mengubah rencana strategi yang telah disusun oleh staf pelatih Persija.

"Dia shooting lalu cedera di paha, dan dia tidak bisa bermain melawan Borneo FC," ucap arsitek asal Brasil tersebut.

Kehadiran Zijlstra di tanah air sebenarnya membawa ekspektasi tinggi mengingat latar belakangnya yang berasal dari Eropa.

Pemain ini resmi menjadi bagian dari Macan Kemayoran setelah memutuskan berpisah dengan klub kasta teratas Belanda, FC Volendam.

Lahir di Zaandam pada 9 November 2004, talenta muda ini diharapkan menjadi solusi lini depan yang selama ini tumpul.

Namun kenyataannya proses adaptasi Zijlstra bersama tim kebanggaan Jakmania ini tidak berjalan semudah yang dibayangkan banyak orang.

Menit bermain yang didapatkan oleh mantan pemain Eredivisie ini masih sangat terbatas sejak mendarat di Jakarta awal tahun.

Jika ditotal secara keseluruhan, durasi penampilannya di atas lapangan hijau baru menyentuh angka 21 menit saja.

Debutnya terjadi saat membantu Persija mencuri poin penuh di markas Bali United dengan durasi bermain selama 16 menit.

Selanjutnya ia kembali diturunkan selama lima menit terakhir ketika Persija sukses menumbangkan PSM Makassar dengan skor tipis.

Nasib kurang beruntung kembali menghampiri saat dirinya hanya menjadi penghuni bangku cadangan kala timnya menang atas Malut United.

Kini tantangan baru muncul karena ia harus menepi lebih lama untuk menjalani proses rehabilitasi medis yang intensif.

Kehilangan pemain yang sudah mengantongi tiga caps bersama Timnas Indonesia ini menjadi kerugian besar bagi kedalaman skuad.

Tim medis memperkirakan bahwa proses penyembuhan cedera paha ini akan memakan waktu hingga beberapa pekan ke depan.

Hal ini berarti Mauro Zijlstra kemungkinan besar belum bisa merumput saat Persija menghadapi tantangan dari Dewa United nanti.

Laga melawan Dewa United yang dijadwalkan pada pertengahan Maret mendatang akan menjadi ujian konsistensi tanpa striker murni.

Manajemen klub berharap proses pemulihan berjalan lebih cepat agar sang pemain bisa kembali memberikan kontribusi nyata di lapangan.

Para pendukung setia Persija tentu sangat menantikan ledakan performa dari pemain bertinggi badan ideal untuk ukuran penyerang ini.

Kualitas yang ia tunjukkan di Belanda menjadi alasan utama mengapa manajemen berani memboyongnya ke kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Namun faktor cedera seringkali menjadi penghambat bagi pemain asing yang baru merasakan atmosfer kompetisi sepak bola di Asia.

Kini fokus utama Zijlstra adalah menguatkan kembali otot pahanya agar bisa melepaskan tendangan keras tanpa rasa khawatir akan cedera.

Persija Jakarta tetap optimistis bisa bersaing di papan atas meskipun harus kehilangan pilar pentingnya dalam beberapa pertandingan krusial.

Load More