Tujuh pemain naturalisasi Malaysia dipastikan palsu. (Dok. Bahrian)
Baca 10 detik
- CAS mengumumkan di Lausanne (5/3/2026) bahwa tujuh pemain tetap kena larangan bermain 12 bulan hanya untuk pertandingan resmi.
- Banding Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ditolak; FAM wajib bayar denda 350.000 franc Swiss terkait kasus pemalsuan dokumen naturalisasi.
- Hukuman muncul setelah FIFA menemukan pemalsuan dokumen naturalisasi tujuh pemain asing pada September 2025.
“Kami hanya memberikan dokumen yang diminta oleh federasi,” demikian pengakuan salah satu pemain.
Setelah sidang di markas CAS pada 26 Februari 2026, panel arbitrase yang dipimpin hakim asal Denmark Lars Hilliger memutuskan bahwa pelanggaran tetap terbukti.
Namun bentuk hukuman bagi para pemain diubah menjadi larangan bermain di pertandingan resmi saja.
Larangan tersebut mulai berlaku 5 Maret 2026, dengan masa hukuman sebelumnya sejak September 2025 turut diperhitungkan.
Kontributor: M.Faqih
Komentar
Berita Terkait
-
Tren Positif 6 Bintang Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026: Verdonk Dominan, Audero Heroik
-
Eks Tottenham Hotspur Sudah Tak Sabar Bela Timnas Malaysia
-
Lolos Saja Belum Pasti, Pelatih Malaysia Sudah Pasang Target Juara Piala Asia 2027
-
Bisa Ditinggal Timnas Indonesia, Malaysia Was-was Menanti Sanksi
-
Sidang CAS Digelar Hari Ini, Malaysia Terancam Gagal Susul Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Tembus Rp3.400
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget