- Paul McGrath pernah ditawari 100 ribu poundsterling dari manajemen United untuk pensiun usia 29 tahun.
- McGrath menolak tawaran pensiun dini tersebut dan memilih melanjutkan karier sepak bolanya di Aston Villa tahun 1989.
- Di Aston Villa, McGrath sukses meraih dua trofi Piala Liga Inggris, berbeda dengan masa di bawah Alex Ferguson.
Suara.com - Mantan bek Manchester United, Paul McGrath, mengungkap kisah mengejutkan dari akhir kariernya di Old Trafford.
Paul McGrat mengaku pernah ditawari uang sebesar 100 ribu poundsterling atau setara Rp2 miliar agar pensiun dari sepak bola saat masih menjadi pemain aktif di era pelatih legendaris Alex Ferguson.
Ferguson mengambil alih Manchester United pada November 1986 dalam situasi sulit. Ia berusaha mengubah budaya klub dengan disiplin ketat, termasuk melarang pemain minum alkohol selama masa latihan.
Saat itu McGrath sebenarnya merupakan salah satu bek terbaik tim. Ia bahkan masuk Tim Terbaik Divisi Satu dan sempat masuk nominasi Ballon d’Or 1987, tetapi kariernya di United diwarnai masalah cedera lutut dan kebiasaan minum alkohol.
Bek asal Republik Irlandia itu mengaku sempat diajak berdiskusi soal masa depannya di klub.
Dalam negosiasi tersebut, manajemen United menawarkan paket agar ia pensiun dari sepak bola pada usia 29 tahun.
“Gordon Taylor datang dan berkata, ‘Paul, mereka ingin kamu pensiun. Saya pikir nilainya 100 ribu pound, tapi kamu harus berhenti dan pulang ke Irlandia’,” kata McGrath dilansir dari Sportbible.
Namun ia menolak tawaran tersebut dan memilih melanjutkan karier di klub lain.
“Saya bilang, ‘Saya lebih baik mencoba bertahan di klub lain. Saya akan meninggalkan Manchester United dan pergi ke tim lain’,” ujarnya.
Baca Juga: Gareth Bale Ungkap Rahasia: Hampir Bela Manchester United tapi Batal Gegara Ini
Keputusan itu ternyata menjadi titik balik kariernya. Tak lama kemudian, Aston Villa datang dengan tawaran dan memboyongnya dari Old Trafford pada 1989.
Di Villa Park, McGrath justru menjelma menjadi legenda klub. Ia tampil lebih dari 300 kali di semua kompetisi dan membantu tim meraih dua trofi Piala Liga Inggris.
Ferguson sendiri pernah menjelaskan alasan di balik keputusan melepas McGrath.
Dalam autobiografinya tahun 1999, ia menilai beban fisik di Manchester United terlalu berat untuk kondisi sang pemain.
“Saya yakin perubahan McGrath yang kita lihat di Aston Villa tidak akan terjadi jika ia tetap di Manchester United,” tulis Ferguson.
Meski hubungan mereka sempat tegang, keduanya akhirnya berdamai setelah McGrath pensiun.
Berita Terkait
-
Gareth Bale Ungkap Rahasia: Hampir Bela Manchester United tapi Batal Gegara Ini
-
Harry Maguire Divonis 15 Bulan Penjara di 3 Kasus Kriminal, Dari Penyerangan hingga Suap
-
Paul Scholes Semprot Carrick Usai MU Tumbang dari Newcastle: 4 Laga Main Buruk!
-
Michael Carrick Beri Kode Keras Manchester United Segera Berburu Winger Kiri Baru
-
Kalah dari 10 Pemain Newcastle United, Manchester United Tetap di Posisi Ketiga Klasemen
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
HPSL Jakarta Tuntas, Sinergi dengan PSSI Diharapkan Berlanjut Demi Sepak Bola Putri
-
Irfan Bachdim Dukung Jepang di Piala Dunia 2026, Yakin Samurai Biru Melaju Jauh
-
Miris! Timnas Jepang Dapat Fasilitas Latihan Bak Tarkam di Piala Dunia 2026, Langsung Pindah
-
Korea Selatan Ingin Ulangi Kesuksesan 24 Tahun Silam di Piala Dunia 2026
-
Mathew Baker Beri Tanggapan Menyentuh Usai Ukir Rekor Debutan Termuda Timnas Indonesia
-
John Herdman Tuai Pujian Usai Berani Mainkan Wonderkid Timnas Indonesia Saat Bungkam Oman
-
Mathew Baker Sampai Kehilangan Kata-kata Sukses Debut Bersama Timnas Indonesia Senior
-
Gagalkan Penalti Oman, Emil Audero Harus Berterima Kasih kepada Elkan Baggott
-
Media Korsel Kaitkan Shin Tae-yong dengan Persija Jakarta
-
Mulai Lancar Bahasa Indonesia, John Herdman: Saya Capek Usai Kalahkan Oman