-
Dewa United kalah 0-1 dari Manila Digger pada leg pertama perempat final AFC.
-
Pelatih Jan Olde Riekerink mengkritik kurangnya kecerdasan pemain mengantisipasi strategi bola panjang lawan.
-
Laga penentuan akan digelar di Indomilk Arena Tangerang pada 12 Maret 2026 mendatang.
Suara.com - Langkah Dewa United Banten FC di kancah Asia harus terganjal hasil negatif pada pertandingan pembuka fase gugur.
Klub kebanggaan Banten tersebut terpaksa mengakui keunggulan tuan rumah saat bertandang ke markas Manila Digger.
Pertempuran sengit ini berlangsung di Rizal Memorial Stadium, Filipina, pada hari Kamis tanggal 5 Maret 2026.
Skor tipis satu kosong menjadi hasil akhir yang mengecewakan bagi wakil tunggal Indonesia di kompetisi ini.
Kekalahan ini membuat langkah anak asuh Jan Olde Riekerink sedikit lebih berat menuju babak semifinal.
Kenji Nishioka menjadi sosok protagonis bagi tim tuan rumah setelah mencetak gol pada menit ke-21.
Proses terjadinya gol tersebut bermula dari skema bola lambung yang gagal dibendung oleh barisan pertahanan lawan.
Para pemain belakang tim tamu tampak tidak siap menghadapi serangan mendadak yang dibangun pemain Manila Digger.
Kekurangsiapan ini berujung pada bobolnya gawang Dewa United yang bertahan hingga peluit panjang ditiupkan wasit.
Baca Juga: Dewa United Tertinggal dari Manila Digger, Rafael Struick Duduk Manis di Bangku Cadangan
Pelatih Jan Olde Riekerink memberikan analisis mendalam terkait kegagalan pasukannya mengamankan poin di laga tersebut.
"Saya rasa kami kurang cerdas dalam mengantisipasi bola-bola panjang, karena setiap kali mereka bermain panjang, kami tidak memiliki kecerdasan untuk mundur dua meter sebelum mereka melepaskan umpan," kata Jan Olde Riekerink kepada awak media.
Juru taktik asal Belanda tersebut menyadari bahwa menit-menit awal menjadi masa yang sangat krusial.
Ia akui Dewa United sempat kesulitan meredam permainan Manila Digger di 25 menit babak pertama, sehingga terjadi gol.
Instruksi taktis yang diberikan tampaknya belum berjalan maksimal pada fase awal pertandingan di Manila tersebut.
Kesalahan posisi pemain belakang menjadi catatan merah yang harus segera diperbaiki sebelum pertemuan kedua dimulai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan