Bola / Liga Italia
Senin, 09 Maret 2026 | 09:32 WIB
Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, menilai kesuksesan klubnya musim ini justru memicu kecemburuan dan kritik berlebihan. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, menyatakan kesuksesan tim memicu kecemburuan serta kritik tidak berdasar dari banyak pihak.
  • Marotta menekankan bahwa Inter tetap fokus pada pertandingan besar seperti derby tanpa terburu-buru memikirkan gelar juara liga.
  • Ia berharap laga mendatang menjadi tontonan menarik sekaligus iklan positif bagi kota Milano untuk penggemar global.

Suara.com - Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, menilai kesuksesan klubnya musim ini justru memicu kecemburuan dan kritik berlebihan.

Marotta menyebut Inter kerap menjadi sasaran komentar negatif meski tampil dominan di berbagai kompetisi.

Menurutnya, keberhasilan Inter dalam beberapa tahun terakhir membuat klub semakin sering disorot.

“Saya pikir itu penilaian yang adil, karena biasanya mereka yang menang akan menarik kecemburuan atau kritik berlebihan yang tidak berdasar,” kata Marotta kepada DAZN.

Saat ini Inter masih memimpin klasemen Serie A Italia. Namun Marotta menegaskan timnya tidak ingin terlalu cepat memikirkan gelar.

“Kami tidak memikirkan itu sekarang. Derby selalu menjadi pertandingan yang berbeda dari laga lainnya,” ujarnya.

Ia berharap laga besar tersebut bisa menjadi tontonan menarik bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia.

“Saya berharap ini menjadi iklan positif bagi kota Milano, kota yang ikonik. Kami ingin pertandingan ini spektakuler bagi penonton di stadion dan di seluruh dunia,” kata Marotta.

Sebelumnya, pelatih Inter, Cristian Chivu, sebelumnya juga mengeluhkan kurangnya apresiasi terhadap performa timnya musim ini.

Baca Juga: 2 Bintang Timnas Indonesia Bersinar di Eropa, Puncaki Statistik Serie A dan Bundesliga

Selain memimpin klasemen Serie A, Inter Milan juga melaju ke semifinal Coppa Italia.

Marotta sepakat dengan pandangan sang pelatih. “Dalam lima tahun terakhir, Inter adalah tim di Italia yang paling banyak menang,” tegasnya.

“Kami harus mampu menghadapi komentar jahat yang mencoba menyeret kami ke situasi yang tidak semestinya. Tidak ada gunanya memperpanjang kontroversi,” tutup Marotta.

Kontributor: M.Faqih

Load More