Bola / Bola Dunia
Rabu, 11 Maret 2026 | 11:26 WIB
Lima pemain timnas putri Iran yang sedang berkompetisi di Piala Asia Putri 2026 dilaporkan meninggalkan kamp pelatihan tim dan mencari suaka di Australia. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Lima pemain timnas putri Iran meminta suaka di Australia setelah Piala Asia 2026, dan pemerintah Australia memberikan visa kemanusiaan.
  • Pemerintah Iran menjamin pemain yang kembali tidak akan dihukum dan menyambut kepulangan mereka dengan tangan terbuka.
  • Kontroversi muncul setelah aksi diam saat lagu kebangsaan Iran dipicu oleh protes diaspora saat keberangkatan tim.

Suara.com - Pemerintah Iran menyatakan siap menyambut pulang tim nasional sepak bola putri mereka setelah tampil pada ajang Piala Asia 2026 di Australia.

Pernyataan itu muncul di tengah kontroversi setelah lima pemain memilih meminta suaka dan menetap di Australia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan negara itu tidak akan menghukum para pemain yang pulang.

Baghaei bahkan mengajak mereka kembali tanpa rasa takut.

“Kepada tim sepak bola wanita Iran: jangan khawatir, Iran menunggu kalian dengan tangan terbuka,” tulis Baghaei melalui media sosial.

Lima Pemain Minta Suaka di Australia

Drama bermula setelah lima pemain Iran mengajukan permohonan suaka kepada pemerintah Australia usai tim mereka tersingkir dari turnamen. Pemerintah Australia kemudian memberikan visa kemanusiaan kepada para pemain tersebut.

Lima pemain yang dimaksud adalah kapten Zahra Ghanbari, gelandang Fatemeh Pasandideh, Zahra Sarbali Alishah, Mona Hamoudi, serta bek Atefeh Ramezanizadeh.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke memastikan para pemain aman jika memilih tetap tinggal.

Baca Juga: Israel Panik: Rumah Benjamin Netanyahu Dijaga Ketat, Pejabat Kabur dan Berebut Rantis

“Mereka dipersilakan tetap berada di Australia. Mereka aman di sini dan harus merasa seperti di rumah,” ujarnya dalam konferensi pers.

Aksi Diam Saat Lagu Kebangsaan Picu Kontroversi

Keputusan sebagian pemain untuk meminta suaka terjadi setelah aksi mereka berdiri diam saat lagu kebangsaan Iran diputar sebelum laga pertama melawan Korea Selatan pada 3 Maret. Sikap tersebut memicu polemik besar di dalam negeri.

Seorang komentator di televisi pemerintah Iran bahkan menyebut tindakan itu sebagai puncak ketidak-hormatan terhadap negara.

Setelah kontroversi tersebut, para pemain kembali menyanyikan lagu kebangsaan pada dua pertandingan berikutnya.

Situasi itu memunculkan kekhawatiran bahwa para pemain bisa menghadapi konsekuensi saat kembali ke Iran.

Load More