- Pelatih John Herdman menyebut Timnas Indonesia kehilangan kreativitas karena absennya Marselino Ferdinan dan Miliano Jonathans yang sedang cedera.
- Meskipun Thom Haye juga absen karena sanksi FIFA, Herdman secara spesifik merindukan sentuhan dua bintang muda tersebut di atas lapangan.
- Herdman sangat takjub dengan atmosfer GBK saat menang 4-0 atas St Kitts and Nevis dan berjanji memberikan segalanya bagi para pendukung skuad Garuda.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman secara mengejutkan tidak menyebut nama Thom Haye saat membahas kurangnya kreativitas skuad Garuda.
Padahal, Thom Haye yang absen akibat sanksi FIFA selama ini dikenal luas sebagai motor serangan dan pengatur ritme permainan Skuad Garuda.
Sang juru taktik rupanya justru merindukan kehadiran Marselino Ferdinan dan Miliano Jonathans yang terpaksa menepi akibat cedera.
Pernyataan menarik ini dilontarkan sang pelatih usai memimpin debutnya dengan kemenangan telak 4-0 atas St Kitts and Nevis pada Jumat (27/3/2026).
Kemenangan meyakinkan di ajang ekshibisi internasional tersebut sekaligus memastikan tiket final bagi pasukan Merah Putih untuk menantang Bulgaria pada Senin (30/3) mendatang.
Absennya sejumlah pilar utama diakui sedikit mengurangi daya ledak serangan dan imajinasi tim asuhannya di atas lapangan hijau.
“Kembali ke komposisi pemain, saya pikir kami kehilangan sejumlah pemain, saya memikirkan Marselino (Ferdinan), Miliano (Jonathan), kami kehilangan sedikit kreativitas, dan Kevin Diks bermain di peran yang tinggi dan melebar, pekerjaan yang luar biasa, menunjukkan profesionalismenya malam ini,” ucap John Herdman dikutip dari Antara.
Meskipun kehilangan daya kreativitas dari dua bintang mudanya, ia merasa sangat puas dengan kedalaman skuad yang sukses mengamankan kemenangan.
“Jadi saya senang, senang dengan komposisinya, tetapi ada lebih banyak pemain yang akan datang dan bersaing,” ucap pelatih 50 tahun itu.
Baca Juga: Alasan John Herdman Tak Pernah Diam Sepanjang Pertandingan
Ketatnya persaingan internal ini diharapkan mampu memacu motivasi setiap individu untuk memberikan performa terbaiknya demi seragam kebanggaan negara.
“Jadi grup yang ada di sini, saya harus memenangkan seragam itu (posisi di tim) di setiap pertandingan, dan mudah-mudahan mereka bisa mempertahankan seragam itu dan membuat pemain lain yang biasanya menjadi pemain utama, mendapatkan hak untuk kembali masuk (skuad timnas),” ucap John Herdman menambahkan.
Di luar aspek teknis di atas lapangan, pria asal Inggris ini juga mengaku sangat takjub dengan atmosfer luar biasa yang disuguhkan oleh para pendukung di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
“Seperti yang saya katakan sebelumnya, atmosfer di sini unik, sangat unik,” kata John Herdman pada jumpa pers setelah pertandingan usai.
Gemuruh nyanyian penonton dan semangat nasionalisme yang membara membuatnya merasakan koneksi emosional yang belum pernah ia alami sepanjang kariernya.
“Lagu kebangsaannya begitu bertenaga, Anda bisa merasakan koneksinya di sana,” kata John Herdman.
Berita Terkait
-
Kehebatan Transisi Cepat Timnas Indonesia Diakui Saint Kitts and Nevis
-
Duo Ambon 'Menyala' Beda Negara: Tijjani Jadi Pahlawan Belanda, Eliano Reijnders Bantu Garuda
-
Kombinasi 7 Negara, Bukti Keseriusan Tim Kepelatihan John Herdman
-
John Herdman Ungkap Kunci Kemenangan Telak Timnas Indonesia atas St Kitts and Nevis
-
John Herdman Kenang Kanada, Cuma Menang 1-0 saat Melawan St Kitts and Nevis
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Dulu Main Tanpa Alas Kaki, Ismael Diaz Kini Targetkan Panama Permalukan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Bangga Bela Garuda, Cerita Maarten Paes Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika ke Eropa
-
Tanpa Gnabry Jerman Andalkan Lennart Karl: Ekspektasi dan Penyelamat Jerman di Piala Dunia 2026
-
Ungkap Situasi Sempat Memanas, Manajer Persib Murka Provokasi Oknum Suporter
-
Turun Kasta, Oxford United Tetap Pertahankan Dua Pemain Timnas Indonesia
-
Persib Kehilangan Taring di Lini Pertahanan, Layvin Kurzawa Absen Hingga Akhir Musim?
-
Fabio Lefundes Bongkar Kunci Comeback Borneo FC! Pergantian Pemain Jadi Mimpi Buruk Bali United
-
Jadwal Pekan 33 BRI Super League: Kandidat Juara Persib dan Borneo FC Temui Lawan Tangguh
-
Perjalanan Ajaib Fares Ghedjemis Lawan Keraguan Klub Hingga Jadi Pahlawan Timnas Aljazair
-
Jelang Laga Hidup Mati Timnas Indonesia U-17 vs Jepang, Kurnawan: Keajaiban Harus Kita Ciptakan!