- AFC Ajax kalah 1-2 dari FC Twente di Johan Cruyff Arena pada Minggu, 5 April 2026 dini hari.
- Kiper Maarten Paes dikritik karena dianggap kurang mahir dalam mendistribusikan bola saat membangun serangan dari lini belakang.
- Kekalahan ini membuat Ajax tertahan di peringkat kelima dan harus melalui babak play-off untuk kompetisi Eropa mendatang.
Suara.com - Penampilan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menuai sorotan tajam dari publik sepak bola Belanda.
Kritik mencuat setelah AFC Ajax menelan kekalahan 1-2 dari FC Twente di Johan Cruyff Arena, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Ajax sebenarnya mampu memberikan perlawanan.
Namun, mereka lebih dulu tertinggal lewat gol Ramiz Zerrouki pada menit ke-18. Ajax kemudian menyamakan skor melalui Wout Weghorst pada menit ke-32.
Sayangnya, gol penentu dari Bart van Rooij pada menit ke-79 memastikan kekalahan tim tuan rumah.
Hasil negatif ini membuat posisi Ajax semakin sulit. Mereka tertahan di peringkat kelima klasemen, yang berarti harus melalui jalur play-off untuk mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan.
Performa lini belakang pun menjadi sasaran kritik, termasuk Maarten Paes.
Legenda Ajax era 1980-an, Wim Kieft, secara terang-terangan menyoroti keputusan Paes, terutama dalam hal distribusi bola.
Kiper Timnas Indonesia itu dinilai tak fasih memerankan kiper modern yang harus terlibat dalam membangun serangan (build up) dari bawah.
Baca Juga: Daftar Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-17 2026
"Mereka terus melakukan ini di Ajax. Maarten Paes terus memberikan umpan-umpan itu kepada Josip Šutalo. Saya benar-benar tidak mengerti," kata Kieft, dikutip dari Voetbal Primeur.
Tak hanya Kieft, kritik juga datang dari mantan bintang Belanda, Rafael van der Vaart.
Ia menilai pola permainan Ajax dalam membangun serangan dari belakang terlalu mudah ditebak dan tidak efektif.
Van der Vaart juga menyoroti kontrol bola Josip Šutalo yang dinilai kerap menciptakan situasi berbahaya bagi timnya sendiri.
"Seharusnya bisa lebih baik dari ini, kan? Ini benar-benar tidak bisa dipercaya," ujar Van der Vaart.
Penampilan yang belum konsisten ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Ajax.
Berita Terkait
-
Kapan Luke Vickery Dinaturalisasi? Begini Jawaban Tegas PSSI
-
Pemain Keturunan Menyesal Soal Pilih Timnas: Kalau Saya Tahu Akhirnya Begini...
-
Skandal Paspor Gate, Pemain Keturunan 'Kena Tipu' Proyek Naturalisasi Timnas Indonesia?
-
Maarten Paes Dituding Biang Kerok Buruknya Skema Build-up AFC Ajax
-
Nasib Naturalisasi Luke Vickery ke Timnas Indonesia Gimana? Ini Updatenya!
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Pulih dari Cedera, Muhammad Ferrari Siap Perkuat Bhayangkara FC
-
NAC Breda Dilaporkan Tak Terima Usai Dean James Lolos dari Sanksi KNVB
-
Vinicius Jr Dukung Lamine Yamal Lawan Chant Anti Muslim Oknum Suporter
-
Titik Terang Skandal Paspoortgate, KNVB Tidak Sanksi Dean James dan Go Ahead Eagles
-
Bali United Tak Gentar Main di GBLA, Johnny Jansen Siapkan Strategi Lumat Persib
-
Maarten Paes Kena Semprot Legenda Ajax, Pola Permainannya Dinilai Tak Masuk Akal
-
Comeback Epik! Timnas Futsal Indonesia Hajar Australia, Melaju ke Semifinal
-
Bicara ke Erick Thohir, John Herdman Minta PSSI Fokus pada Pengembangan Usia Dini
-
Arsenal Gendong Liga Inggris di Liga Champions
-
Hector Souto Pamerkan Kemampuan Bahasa Indonesia Usai Kalahkan Malaysia