- Kebakaran melanda atap velodrome Olympic Park di Rio de Janeiro pada Rabu dinihari, 8 April waktu setempat.
- Sebanyak 80 petugas pemadam berhasil memadamkan api yang membakar material kanvas sintetis tanpa adanya korban jiwa.
- Struktur lintasan balap sepeda dinyatakan tetap utuh dan aman meski atap bangunan mengalami kerusakan cukup signifikan.
Suara.com - Kebakaran besar kembali melanda velodrome di kawasan Olympic Park, Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (8/4) dinihari waktu setempat.
Insiden ini menjadi yang ketiga dalam delapan tahun terakhir, dengan api melalap sebagian besar atap stadion hingga memicu kepanikan.
Api mulai terlihat sekitar pukul 04.17 waktu setempat, dengan kobaran cepat menjalar di bagian atap berbahan kanvas sintetis.
Sekitar 80 petugas pemadam dengan 20 unit mobil dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
Pihak pemadam kebakaran menyebut kebakaran kemungkinan bermula dari bagian luar struktur.
“Kami berhasil menghindari tragedi besar. Penyebabnya belum diketahui, hanya investigasi forensik yang bisa memastikan,” demikian pernyataan resmi petugas damkar seperti dilansir dari The Sun.
Material atap yang terbuat dari bahan sintetis memperparah situasi.
“Kanvas tersebut meleleh dan menghasilkan bentuk menyerupai jaring laba-laba,” tambah otoritas setempat.
Meski api melahap hampir setengah bagian atap dan asap hitam menyelimuti langit kota, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Baca Juga: Petaka Goreng Kentang: Pemilik Ketiduran, Warteg di Fatmawati Ludes Diamuk Api!
Otoritas memastikan kerusakan tidak menjalar ke bagian dalam arena.
Wali Kota Rio, Eduardo Cavaliere, menyebut lintasan balap sepeda tetap dalam kondisi baik.
“Lintasan masih utuh dan terjaga. Namun perlu pembersihan dan perawatan sebelum bisa digunakan kembali,” ujarnya.
Velodrome ini memiliki sejarah penting dalam Olimpiade Musim Panas 2016, termasuk menjadi saksi dominasi atlet balap sepeda Inggris.
Namun, stadion berkapasitas 5.000 penonton itu juga kerap bermasalah, termasuk kebakaran besar pada 2017 akibat lentera udara.
Berita Terkait
-
Petaka Goreng Kentang: Pemilik Ketiduran, Warteg di Fatmawati Ludes Diamuk Api!
-
Perubahan Iklim Memperluas Risiko Kebakaran Hutan: Ribuan Spesies Terancam Punah
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Tokoh BWF Sir Craig Reedie Meninggal Dunia, Sosok di Balik Masuknya Bulu Tangkis ke Olimpiade
-
Polres Jakarta Barat Terbakar: Api Berhasil Dipadamkan dalam 30 Menit, Tak Ada Korban Jiwa
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Turun Kasta Liga Italia, Segini Nilai Emil Audero Setelah Dibantai Como 1907
-
Pelatih Persija Irit Komentar soal Persib Juara, Hanya Ucapkan Satu Kalimat
-
Pelatih Emil Audero Bicara Masa Depan usai Cremonese Degradasi: Kita Lihat Nanti
-
Marco van Basten Jadi Target Penculikan Mafia Italia, Gagal Gegara Pelaku Fans AC Milan
-
Sinyal Abroad? Dony Tri Pamungkas Dipuji Bakal Mudah Adaptif di Luar Negeri
-
Tangis Maarten Paes Pecah Usai Selamatkan Ajax, Kenneth Perez Malah Beri Sindiran Pedas
-
Pasrah! Maarten Paes Bingung soal Masa Depannya Meski Jadi Pahlawan Ajax
-
Dony Tri Pamungkas Bongkar Rahasia Sukses Jadi Pemain Muda Terbaik Super League
-
Mengenal New York New Jersey Stadium, Venue Megah Final Piala Dunia 2026
-
Belanda Diremehkan di Piala Dunia 2026, Ronald Koeman Beri Balasan Menohok