- Media Vietnam menyoroti kritik pengamat Slovenia, Jernel Kamensek, yang menilai Indonesia dan Thailand belum banyak melahirkan pemain bertalenta luar biasa.
- Kamensek mencontohkan Jan Oblak dan Benjamin Sesko yang sukses berkat sistem pembinaan usia muda terstruktur, dan menyoroti kiprah Marselino serta Egy.
- Sang pengamat menyarankan negara ASEAN untuk memberikan dukungan finansial penuh agar pemain muda tidak takut berkarier dan berlatih di luar negeri.
Suara.com - Sepak bola Asia Tenggara kembali menjadi sorotan tajam setelah Media Vietnam mengutip pernyataan kritis dari seorang Pengamat Sepak Bola asal Slovenia, Jernel Kamensek.
Pakar Eropa tersebut secara terang-terangan menyebut bahwa Timnas Indonesia dan Thailand masih belum mampu melahirkan banyak pemain berkualitas di kancah dunia.
Pernyataan tajam tersebut diutarakan oleh Jernel Kamensek dan dipublikasikan secara luas oleh media ternama negara Vietnam, VNExpress.
Ia menyoroti lambatnya perkembangan talenta muda di kawasan Asia Tenggara jika dibandingkan dengan standar tinggi sepak bola Eropa.
Dalam keterangannya, pengamat sepak bola ini sebenarnya mengakui keterbatasannya dalam memahami sistem akar rumput di kawasan ASEAN secara mendalam.
“Sejujurnya, saya tidak terlalu mengenal sistem pembinaan usia muda di Thailand maupun Indonesia,” ujar Jernel Kamensek, dikutip dari VNExpress.
Meski demikian, ia menggunakan kacamata hasil akhir untuk menilai efektivitas program regenerasi di kedua negara raksasa Asia Tenggara tersebut.
“Namun, Timnas Indonesia dan Thailand belum banyak menghasilkan pemain yang benar-benar bertalenta luar biasa,” lanjut Kamensek.
Bandingkan dengan Bintang Kelas Dunia Asal Slovenia
Baca Juga: Bantai Timor Leste 4-0, Kurniawan Dwi Yulianto Soroti Kelemahan Timnas Indonesia U-17
Kritik tersebut sengaja ia lontarkan untuk menyoroti betapa krusialnya membangun sistem pembinaan jangka panjang yang kuat dan terstruktur.
Ia lantas membandingkan lambatnya kemunculan bintang Asia Tenggara dengan sistem regenerasi atlet yang berjalan mulus di negara asalnya, Slovenia.
Kamensek mengambil contoh nyata dari perjalanan karier kiper andalan Atletico Madrid, Jan Oblak, dan striker tajam RB Leipzig, Benjamin Sesko.
Kedua nama besar tersebut dinilainya merupakan produk asli dari sistem pembinaan remaja yang berjalan dengan sangat terarah.
“Saya mengikuti perkembangan Jan Oblak sejak usia 15 tahun, dan Benjamin Sesko sejak 13 tahun," ungkapnya.
"Mereka adalah pesepakbola kelas dunia yang sudah dikenal sejak remaja,” kata Kamensek menambahkan penjelasannya.
Berita Terkait
-
Bongkar Taktik Agresif Kurniawan Saat Timnas Indonesia U-17 Bantai Timor Leste
-
Klasemen Grup A Piala AFF U-17 2026: Indonesia dan Vietnam Memimpin
-
FIFA Godok Playoff Tambahan Piala Dunia 2026, Peluang Timnas Indonesia Bakal Ikut?
-
Legenda Timnas Indonesia Puji Gol Akrobatik Pemain Garuda Muda ke Gawang Timor Leste
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Prancis vs Spanyol: Superkomputer Opta Jagokan Les Bleus ke Final Piala Dunia 2026
-
Persija Resmi Datangkan Kyohei Yoshino, Gelandang Berpengalaman Jepang Eks Cerezo Osaka
-
Radovan Pankov Beberkan Alasan Gabung Persija: Tantangan Baru demi Gelar Juara
-
Gabung Persija, Aqil Savik Akui Sempat Minta Restu Istri dan Keluarga di Bandung
-
Prediksi Superkomputer Opta: Inggris Bungkam Argentina dalam 90 Menit
-
Resmi Jadi WNI, Striker Didikan Amerika Mitchell Baker Tak Sabar Bela Timnas Indonesia
-
Prancis vs Spanyol: Lini Serang Tersubur Kontra Pertahanan Terbaik di Piala Dunia 2026
-
Isu Malvinas Bikin Semifinal Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina Beraroma Perang
-
Andoni Iraola Tebar Janji untuk Liverpool: Main Menyerangn dengan Intensitas Tinggi
-
Psywar Ala Didier Deschamps: Prancis Bukan Unggulan, Spanyol Kandidat Juara