Bola / Bola Dunia
Rabu, 15 April 2026 | 10:40 WIB
Raphinha murka ke wasit setelah merasa Barcelona dirugikan saat lawan Atletico Madrid di Liga Champions. (Instagram/@raphinha)
Baca 10 detik
  • Barcelona tersingkir dari perempat final Liga Champions setelah kalah agregat 2-3 dari Atletico Madrid pada Rabu (15/4/2026).
  • Winger Barcelona, Raphinha, menuding wasit berlaku tidak adil dan merugikan timnya sepanjang pertandingan di Stadion Metropolitano tersebut.
  • Keputusan wasit memberikan kartu merah kepada Eric Garcia dan tidak memberi penalti memicu kemarahan Raphinha terhadap kepemimpinan laga.

Suara.com - Kekecewaan mendalam dirasakan winger Barcelona, Raphinha setelah timnya tersingkir dari Liga Champions oleh Atletico Madrid.

Ia bahkan menuding timnya dirampok akibat keputusan wasit yang dianggap merugikan.

Raphinha memang tidak tampil dalam laga tersebut karena cedera, tetapi tetap hadir langsung di Metropolitano Stadion untuk mendukung timnya.

Barcelona harus mengakhiri perjalanan di babak perempat final dengan agregat 2-3, meski berhasil menang 2-1 pada leg kedua di Metropolitano, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.

Gol cepat dari Lamine Yamal dan Ferran Torres sempat memberi harapan bagi Blaugrana untuk membalikkan keadaan.

Namun, gol dari Ademola Lookman memastikan langkah Atletico Madrid ke semifinal Liga Champions.

Situasi semakin sulit bagi Barcelona setelah Eric Garcia menerima kartu merah di menit-menit akhir usai melanggar Alexander Sorloth sebagai pemain terakhir.

Keputusan tersebut memicu kemarahan Raphinha terhadap wasit yang merasa berat sebelah.

"Pertandingan ini benar-benar dirampok," kata Raphina dikutip dari ESPN.

Baca Juga: 14 Laga Kebobolan! Lini Belakang Barcelona Jadi Bom Waktu Lawan Atletico, Misi Sulit Remontada

"Wasit mengalami banyak masalah. Beberapa keputusan yang diambilnya sungguh luar biasa. Saya tidak tahu berapa banyak pelanggaran yang dilakukan Atlético dan dia tidak memberi mereka kartu kuning," imbuhnya.

Barcelona juga sempat meminta penalti setelah Dani Olmo dilanggar di babak pertama, namun tidak dikabulkan.

Meski tidak merujuk pada satu keputusan spesifik, Raphinha menilai ada pola ketidakadilan yang merugikan timnya.

Ini menjadi kali kedua secara beruntun Barcelona merasa dirugikan oleh keputusan wasit di Liga Champions.

Sebelumnya, klub bahkan sempat mengajukan protes resmi kepada UEFA, namun ditolak.

"Manusia memang bisa melakukan satu kesalahan, tetapi mengapa itu terjadi lagi di pertandingan lain?" lanjut Raphinha.

Load More