- Pelatih John Herdman menerapkan sistem formasi tiga-tiga yang kompleks pada skuad Timnas Indonesia agar lebih kompetitif secara internasional.
- Asisten pelatih Simon Grayson berperan sebagai pengamat taktis dari posisi tinggi untuk membantu analisis strategi saat pertandingan.
- Inovasi taktis ini pertama kali diuji dalam ajang FIFA Series 2026 dengan hasil kemenangan melawan Saint Kitts Nevis.
Dalam operasional pertandingan, mantan manajer Sunderland ini tidak hanya duduk di bangku cadangan untuk memberikan instruksi kepada para pemain.
Ia mengemban peran spesifik sebagai pengamat taktis dari sudut pandang yang lebih tinggi untuk membantu Herdman menyusun strategi yang lebih tajam.
“Peranku adalah menjadi ‘mata di langit’, mengamati, lalu berdiskusi dengan John saat jeda untuk menyusun strategi berdasarkan kekuatan dan kelemahan lawan,” tutupnya.
Strategi ini terbukti memberikan dampak signifikan dalam membaca kelemahan lawan secara real-time yang sebelumnya sulit terlihat jika hanya mengandalkan pengamatan dari pinggir lapangan.
Perubahan Taktik Timnas Indonesia
Sistem permainan yang diusung oleh John Herdman merupakan kelanjutan logis dari tren perkembangan sepak bola modern yang menuntut fleksibilitas posisi pemain.
Setelah era kepemimpinan Patrick Kluivert yang menitikberatkan pada pengembangan bakat individu, kini skuad Garuda dituntut untuk lebih mengedepankan kolektivitas dan organisasi tim yang ketat.
Inovasi taktis ini menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia dalam menghadapi lawan-lawan dengan postur dan kualitas fisik yang lebih dominan di kancah global.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Baca Juga: Drawing Piala Asia 2027 Digelar di Riyadh, Timnas Indonesia Terancam Hadapi Raksasa di Fase Grup
Berita Terkait
-
Eks Manajer Sunderland Ungkap Alasan Mau Gabung Timnas Indonesia
-
Kerja Sama PSSI dan FFF, Timnas Putri Indonesia U-17 akan Ditempa di Prancis
-
Simon Grayson Ungkap Alasan Rela Jadi Asisten Pelatih John Herdman di Timnas Indonesia
-
Adu Gacor Striker Lokal Super League: Eksel Runtukahu Bersaing Ketat dengan Ezra Walian
-
Asisten Pelatih John Herdman Bocorkan Agenda dan Target Besar Timnas Indonesia
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar