- N.E.C. Nijmegen tampil sensasional dengan gaya sepak bola ofensif ekstrem yang membawa mereka ke posisi ketiga Eredivisie dan final KNVB Cup.
- Kesuksesan klub didukung oleh investor miliarder lokal, Marcel Boekhoorn, yang berkomitmen membangun tim demi memenuhi janji kepada mendiang ayahnya.
- Filosofi Total Football modern yang diterapkan pelatih Dick Schreuder menjadikan N.E.C. salah satu tim paling menarik dan produktif di kompetisi Eropa musim ini.
Suara.com - N.E.C. Nijmegen, mantan klub yang pernah dibela oleh bek Timnas Indonesia Calvin Verdonk, kini tengah menjadi fenomena di jagat sepak bola Eropa.
Berlokasi di tengah hutan Goffertpark, Nijmegen, klub yang sempat dianggap medioker ini menjelma menjadi kekuatan yang ditakuti berkat gaya permainan ofensif yang "gila" di bawah arahan pelatih Dick Schreuder.
Kini, tim yang baru saja berjuang di papan bawah Eredivisie ini berada di ambang sejarah terbesar dalam 125 tahun berdirinya klub, dengan ambisi menembus kompetisi elit Liga Champions musim depan.
Filosofi "Sepak Bola Gila" Dick Schreuder
Gaya permainan N.E.C. sering digambarkan oleh suporter maupun pengamat sebagai tindakan yang nekat, atau bahkan cenderung ceroboh bagi mata orang awam.
Ini adalah bentuk modern dari Total Football yang dulu dipopulerkan oleh Rinus Michels dan Johan Cruyff bersama Ajax Amsterdam di tahun 1970-an, sebuah filosofi yang selalu dirindukan oleh penggemar sepak bola Belanda.
Filosofinya sangat sederhana: "Di sini, kami menendang bola, kami berlari ke depan, dan kami mencetak gol," ujar salah satu suporter setia klub.
Pelatih Dick Schreuder, yang pernah menimba ilmu di Barnet (Inggris) dan Philadelphia Union (MLS), adalah otak di balik transformasi radikal ini.
Setelah sukses mengangkat performa PEC Zwolle, ia kini sukses menyihir Nijmegen dengan catatan 74 gol di Eredivisie musim ini, hanya terpaut tipis dari sang juara PSV Eindhoven.
Baca Juga: Justin Hubner Sindir NAC Breda yang Picu Polemik Paspoortgate di Belanda
Strategi Taktikal yang Mendobrak Pakem
Jika dilihat di atas kertas, N.E.C. mungkin terlihat menggunakan formasi 3-4-2-1, namun di lapangan, pergerakan mereka jauh lebih dinamis dan tak terduga.
Para bek sayap bermain layaknya pemain sayap murni, sementara gelandang serang mereka bertransformasi menjadi penyerang tambahan.
Bahkan, bek tengah mereka tidak ragu untuk maju hingga ke dalam kotak penalti lawan untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain.
"Rotasi semacam ini membuat lawan sangat kebingungan dalam menjaga pemain. Semua orang bisa berada di mana saja, kecuali kiper," tulis laporan ESPN.
Meski berisiko tinggi saat terjadi serangan balik, statistik membuktikan efektivitas taktik ini dengan catatan kemenangan telak yang kerap diraih sepanjang musim.
Berita Terkait
-
Deretan Bintang Timnas Indonesia yang akan Absen di Piala AFF 2026
-
Aksi El Preman Justin Hubner di Belanda: Bela Pemain Timnas Indonesia, Labrak NAC Breda
-
Peluang Besar! Pemain Keturunan Aceh Berpotensi Tampil di Liga Champions
-
Calvin Verdonk Berpeluang Main di Liga Champions, Lille Semakin Kokoh di 3 Besar
-
Tekel Horor Berujung Minta Maaf, Justin Hubner dapat Balasan dari Lewis Holtby
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
Terkini
-
3 Negara Antre Lawan Timnas Indonesia FIFA Matchday Juni 2026, Erick Thohir Segera Kontrak Resmi
-
Soal Rumor Playoff Tambahan Piala Dunia 2026, PSSI: Kami Belum Dapat Surat dari FIFA
-
Fokus Evaluasi Lini Serang Usai Timnas Indonesia U-17 Gagal Konversi Peluang Jadi Gol Lawan Malaysia
-
Timnas Indonesia Bakal Hadapi Lawan Sekelas Argentina pada November
-
Jadwal Liga Italia Pekan ke-33: Napoli vs Lazio hingga AS Roma vs Atalanta
-
Borja Herrera Cetak Gol Tercepat Super League 2025/2026, Hanya Butuh Waktu 25 Detik
-
PSSI Respons Rumor Play-Off Tambahan Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Jadi Peserta?
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Derbi Merseyside Hingga Man City vs Arsenal
-
MU Waspadai Efek Kejut Persebaya Surabaya Usai Dibantai Persija Jakarta
-
Dean Zandbergen Menggila di Belanda, Calon Striker Timnas Indonesia Panen Penghargaan